Rabu, 24 Oktober 2012

Saranghaeyo, My Super Girl. (Part 4)

Part 4
Cast:

1. Park Sungran as readers
2. Lee Donghae as him self



3. Lee Sungmin as him self



4. The other cast find it

Previous

Sungran pov

"apa karna kejadian 15 tahun lalu ?" boam, bom waktu itu meledak. Dari mana dia tahu ? Aku menaikan alisku.
"Jadi kau ?" tanyaku
"ya, ini aku Lee Donghae calon suamimu" ucapnya sambil menoleh dan menatap mataku.

"benarkah ?" tanyaku, dia mengangguk.
"tapi kenapa ?" tanyaku lagi
"kau belum boleh mengetahuinya sekarang. Yg jelas bisakah kau membuat aku mencintaimu ?"
"mollaso. Aku tidak yakin, karna aku juga tidak mencintaimu"
"apa ada pria yg kau cintai ?" darimana dia tau ?
"tentu adakan, tapi bisa kau melepasnya dan berpaling padaku ?" aku terdiam
"Jujur saja kurasa aku mulai mencintaimu" aku menoleh dan menatap matanya
"benarkah ?" tanyaku
"ya kurasa, karna saat melihatmu tertawa dengan orang lain itu membuatku panas, seperti ada api yg membakar tubuhku" dia puitis sekali.
"pernikahan ini, aku tidak mau menjalaninya tanpa didasari rasa cinta. Aku takut pernikahan yg suci itu justru hancur karna dari awal kita tidak saling mencinta" ujarku
"baiklah mari kita berusaha untuk membuat satu sama lain jatuh cinta, otthokae ?" namja ini benar.
"baiklah, lalu kita mulai dari apa ?" tanyaku
"hmm, mollaso. Aku belum pernah menjalin hubungan" jinjja ? Namja ini belum pernah menjalin hubungan ? Ya jujur aku juga belum sih
"perkenalan ? Dimulai dari perkenalan. Kita harus saling mengenal, bagaimana ?" ujarku
"bukannya kita udah saling mengenal ya ? " tanyanya polos. Aishh babo !
"yqa maksudku secara formal. Seperti rekan kerja. Kamu mengenalkanku pada keluarga dan temanmu dan begitu pun aku. Otthokae ?"
"baiklah"

Donghae pov

Hari ini kampus mengadakan perjalan menggunakan kapal pesiar ke London. Yeoja itu ikut tapi sepertinya dia pasti terlambat. Apa aku harus menjemputnya ? Baiklah, untuk aku sudah bersiap dari semalam. Aku melangkahkan kakiku menuju garasi rumah ku dan bergegas menjemputnya. Mengunakan mobil tapi dengan supirku.

Aku telfon dia dulu
"hmm yeoboseyo" jawabnya
"yeoja babo apa kau sudah bersiap ? 5 menit lagi aku tiba dirumahmu dan 1 jam lagi kita berangkat" ujarku
"mwo ? Nuguya ?" tanyanya. Aishh babo !
"kau lupa dengan suaraku ? Babo ! Palliwa, aku akan datang" jawabku
"tapi buat ap......" dia cerewet sekali. Maaf Sungran aku mematikan telfonnya.

Ku matikan mesin mobilku saat aku sudah sampai di depan rumah ber cat biru shappire. Aku menuju intercom yg berada disamping gerbang.

Sungran pov

Tadi siapa yg menelfonku ? Dia bilang 5 menit lagi sampai dirumahku dan 1 jam lagi kita berangkat, maksudnya ? Aishh sepertinya itu orang gila, sudahlah.

Teng nong teng nong *effect sound bel -_-* mwo ? Siapa yg bertamu jam 7 pagi ? Aku berlari menuju interkom.
"nugu... Mwo ? Neo ?!" pekikku. Itu Donghae, LEE DONGHAE ?! Dari mana dia tau rumah ah iya dia calon suamiku.
"cepat bukakan gerbang ini, aku kedinginan brr" dia ini
"masuklah" ku tekan tombol pembuka gerbang dari interkom. Aku berlari menuju pintu rumah dan membukanya.
"huft lama sekali, diluar dingin tau" katanya.
"mianhe"
"kau sudah bersiap ?" tanyanya. Bersiap untuk apa ?
"perjalanan menuju London dengan kapal pesiar ? Kau lupa ?" tanyanya. Kan aku tidak ikut.
"aku tidak ikut"
"tapi akukan memberimu sebuah tiket" tiket ? Aigoo aku lupa ! Tiketnya hmm dimana ya ?
"omo aku lupa, sebentar aku cari dulu. Hmm kau silahkan duduklah" pemilik rumah yg tidak sopan, itu aku. Tapi pasti dia memakluminya. Aku harus naik keatas memeriksa tiket dan bersiap.

Author pov

Selagi Sungran sibuk dengan urusannya dibawah Donghae hanya duduk manis. Dia mengikuti kata-kata Sungran. Semenjak dia dijodohkan dengan Sungran dia sedikit-sedikit mempelajari sifat, kebiasaan dan hal-hal kecil mengenai Sungran. Baru 20 menit Sungran naik keatas, Donghae sudah bosan dan memutuskan untuk melihat-lihat. Rumah Sungran sangat besar,Donghae mengerti kenapa rumahitu sangat besar. Trauma 15 tahun yg lalu. Sungran disekap di ruangan kecil dan gelap sebelum ia akan dibunuh. Traumanya memberikan sugesti kepada diri Sungran untuk takut pada ruangan gelap dan sempit.

Donghae mengitari ruang tamu yg besar itu. Mengamati foto-foto yg terpajang di dinding. Hingga mata Donghae tertuju pada 2 foto. Foto keluarga, anehnya foto pertama itu terdiri dari 4 orang dan foto kedua hanya 3 orang. Donghae melihat-lihat foto yg lain. Foto yg berada di sana ada 2 orang sosok ibu. Ahjumma di foto yg kedua ini, sepertinya aku mengenalnya tapi dimana?
"Hae~ya sedang apa ?" itu suara Sungran yg menyadarkan Donghae dari lamunannya. Donghae memandang Sungran sekilas lalu kembali menatap foto itu.
"mereka berdua ibuku. Yg kiri ibu tiriku bermarga Kang, dan yg kanan ibu kandungku yg bermarga Park. Beliau meninggal 5 tahun yg lalu, hmm kecelakaan. Dia ditabrak seorang pengendara mobil yg melarikan diri setelah menabrak " ujar Sungran. Donghae terdiam terpaku mendengar penjelasan Sungran.

Flashback

5 tahun yg lalu, Donghae mengendarai mobil sportnya. Melaju dengan kecepatan kencang. Tak lama handphone di kantung celananya berbunyi, ada telfon masuk. Saat mengeluarkan handphonenya, tiba-tiba handphone itu jatuh. Jalanan sangat sepi karna sudah pukul 01.35 pagi. Saat mencoba mengambil handphonenya, Donghae tersadar akan cahaya lampu yg sangat terang. Tanpa mempedulikan handphonenya dia menatap jalan. Ternyata sebuah truk melaju kearahnya. Untuk menghindari kecelakaan Donghae membanting stirnya ke arah kanan jalan. Disana ada seorang ahjumma yg sedang merapikan belanjaannya yg terjatuh di bahu jalan. Dan brukkk kecelakaan itu terjadi begitu saja. Donghae kabur dari TKP. Tapi seminggu kemudian dia menyerahkan diri ke polisi. Dia disidang, tapi dia tidak ditahan karna itu murni kecelakaan, yg ditahan adalah pengemudi truk karna dia terbukti menyetir saat mabuk. Pihak korban tidak melanjutkan kasus ini juga, karna keluarga korban hanya meminta penjelasan kenapa bisa terjadi. Selain itu karna keluarga korban tidak mau disorot media.

Kalian masih ingat saat Donghae menyetir mobil ke kampus dan tanpa sengaja menyipratkan air ke Sungran. Padahal genangan air itu berada di bahu jalan.

"apa aku bisa ?" tanya Donghae.
"tentu !" jawab Donghwa hyung kandung Donghae.
"tapi hyung, aku aku belum siap" ucap Donghae.
"just try, oke ?"
"ne,hyung. Aku pergi" Donghae melangkahkan kakinya memasuki pintu mobil. Dia sulit melupakan kejadian itu. Tangannya bergetar hebat. Keringat mulai membanjiri dahinya. Dia menyalakan mesin mobil, memasukkan gigi dan melepas rem tangan. Mulanya tak ada kendala tapi tak lama kemudian ingatan itu kembali merasuki Donghae. Dia membanting stirnya ke kanan jalan. Dia membuka matanya dan melihat perempuan yg memperhatikan genangan air. Dia langsung mengendalikan mobilnya.

Flasback end

"Hae~ya, gwaenchana ? Mukamu memucat" kata Sungran
"ne, gwaenchanayo. Kau sudah siap ? Ayo kita berangkat supirku sudah menunggu lama" ucap Donghae.
"ne"

Di sisi lain ada 12 orang yg menunggu Donghae di sebuah pelabuhan. Mereka menggunakan stellan casual yg santai namun terlihat elegan. Di belakang mereka banyak bisikan yg membuat Heechul dan Eunhyuk tersenyum. Ah iya Siwon dan Rayeon telah kembali ke Seoul kemarin malam.
"aigoo, jam berapa ini kenapa kembaranmu belum datang Hyuk !" pekik Leeteuk yg notabennya adalah ketua geng mereka.
"hihihihi mollaso hyung. Sabarlah lagipula kapalnya masih dipersiapkan bukan ? Jadi Hae belum terlambat" jelas Hyuk. Tiba-tiba Siwon menyenggol tangan Leeteuk dan matanya melihat ke arah Yesung. Sontak 10 orang itu menatap Yesung.

"yak Yesung~ah bisakah kau memamerkan kemesraanmu tidak didepan kami ? Kau kan tahu kami masih single !" ketus Heechul
"maaf aku tidak single" kata Shindong dia lalu tertawa.
"hmm aku rasa aku juga tidak. Ah Rayeon~ah jagiyaaa aku disini" kata Siwon sambil melambaikan tangan.
"mianhe hyung bukan begitu maksudku" kata Yesung
"aishh, Han Han apa kita bisa seperti itu ?" gerutu Heechul sambil mengerucutkan bibirnya. Berkata manja kepada Hankyung. Tunggu mereka bukan gay mereka bersahabat. Memang berlebihan tapi masih wajar karna mereka hanya bersahabat, bukan berpacaran ! Leeteuk dan yg lainnya hanya menggelengkan kepalanya, kecuali Kyuhyun. Dia sibuk dengan PSPnya.

”pengumuman kepada penumpang dari universitas Kyunghee. Kapal sudah siap, dan kalian bisa melaporkan kepada petugas untuk memasuki area kapal, terima kasih”begitu pengumuman dikumandangankan Leeteuk yg pertama kali bertindak berlebihan, karna Donghae belum datang. Mereka berpencar kesetiap sudut mencari Donghae, takutnya Donghae nyasar(?).

"hyung itu Donghae..." kata Kyu sambil melihat kearah pintu masuk.
"bersama yeoja itu ? Lihat hyung !" pekik Kyu lebih keras lagi sehingga semua mata tertuju pada dua orang yg sedang berjalan santai tanpa dosa.

"Hae~ya lihat" kata Sungran
"mwo ? Mworago ?" kata Donghae sambil menatap mata hyung dan dongsaengnya
"kalian menjalin hubungan ?" tanya Leeteuk
"ani, wae ?" tanya Donghae.
"lalu kenapa kalian bisa bersama ?"
"aigoo kalian ini, nanti kami pasti bercerita. Dimana Siwon dan Yesung hyung ?" tanya Donghae tiba-tiba. Yg lainnya terdiam. Setelah Kyu melihat Donghae dan Sungran masuk, Siwon dan Yesung langsung mendekati yeoja mereka.
"sepertinya mereka berpacaran tanpa memberitahu ku. HUH ! Yak !!! " pekik Sungran yg lain hanya tertawa. Tapi tidak dengan Sungmin.

Kapal pesiar nan megah itu mulai berlayar. Menjauh dari dermaga. Mereka mulai mencari kamar mereka. 1 kamar terdiri dari 3 orang. Kali ini 1 kamar dia acak. Berbeda dengan kamar anggota Super Junior. Satu kamar terdiri dari 2 orang dengan kamar yg cukup besar.

Sedari tadi Sungran tidak masuk kekamarnya, melainkan berjalan-jalan memutari kapal pesiar ini sampai tanpa sadar dia berada di luar kapal. Menikmati terpaan angin dan sinar matahari yg menyengat.

Sungran pov

Seharusnya aku tidak ikut. Seharusnya aku dirumah. Aku merasa asing disini.

"Sungran, kau ikut ?" suara Rayeon
"menurutmu ? Permisi aku mau kedalam" aku masih kesal dengan Rayeon dan Yeonrin. Mereka melupakanku beberapa hari ini. Aku diabaikan, aku benci itu.
"Sungran kau kenapa ?" tanya Yeonrin
"aku ? Hmm baik-baik saja" jawabku cuek sambil terus berjalan. Dibelakang mereka masih mengikutiku.
"kau mau kemana ?" tanya Rayeon
"mati mungkin ? Aku sedang mencari ternyaman untuk melompat. Kalian mau ikut ?" aku jahat ? Iya lalu mereka apa ? Kamar mana yg masih kosong ? Ya ? Hmm mereka ? Mereka sudah tidak ada dibelakangku. Kemana lagi aku harus pergi ? Kamar ? Yg aku dengar kamar itu sederhana saja. Hmm lebih baik aku ke kafetaria.

Donghae pov

Aku mendengar suara isakkan dari luar kamar. Yeoja yg menangis, siapa dia ? Mwo ?
"hyung, ada apa ini ?"
"mollaso Hae~ya" kata Sungmin.
"jebal jangan menangis lagi, ceritakan semua, kalian kenapa ?" tanya Leeteuk hyung. Yg menangis Rayeon dan Yeonrin.
"hiks, Sungran dia marah pada kami tanpa sebab. Hiks mollaso kenapa dia marah dengan kami. Tapi dia mengucapkan kata-kata hiks yg tidak menyenangkan " kata Rayeon. Siwon langsung memeluknya. Yeonrin mulai menenangkan emosinya. Airmatanya mulai berhenti mengalir.
"tolong cari Sungran ! Demi Tuhan cari dia !" teriak Yeonrin yg panik. Emosinya naik dengan cepat. Ada apa dengan Sungran ?
"mwo ?" aku dan Sungmin hyung membulatkan mata dan saling bertatapan
"kalian kompak sekali. Hmm yak kalian semua mari kita mencari Sungran. Kalian berdua bisa tunggu disini ? 15 menit lagi kita berkumpul dikamarku" Yeonrin dan Rayeon mengangguk.

Yeoja babo ini, kenapa dia ? Tadi dia masih tertawa bersamaku, sekarang ? Dimana dia, hmm ruangan yg luas dimana saja ? Aigoo kapal ini luas sekali. Yeoja ini awas kau.

Sungmin pov

Gadis itu dimana dia ? Tuhan lindungi dia. Dimana dia ? Astaga apa dia tidaktahu betapa khawatirnya kami ?hmm ya khawatirnya aku tentunya. Tempat terakhir, kafetaria dibawah sini. Semoga dia ada disana.

"sudah, tenang ada aku disini" itu,Donghae. Aku terlambat. Gadis itu memeluk Donghae sambil menangis.
"Hae~ya, aku mau pulang" pinta Sungran
"pulang gimana ? Sekarang kita berada di tengah laut. Kau yakin mau berenang sampai ke dermaga ? Hahahahah"
"tidak lucu Hae~ya. Aku merasa asing disini. Hmm ya kamarnya tepatnya. Kau tau kamar disi terlalu sempit" yeoja ini kenapa jadi manja ?
"yasudah kau bisa tidur dikamarku. Otthokae ? Kamarku cukup besar" kata Donghae
"ani, aku tidak mau merepotkanmu" kata Sungran
"lalu apa maumu ? " tanya Donghae
"pulang"
"kau tidak bisa seperti itu. Kita sudah berlayar sampai sejauh ini. Jadi sekarang kau harus tidur di kamar Donghae" ujarku. Mereka berdua langsung menatapku.

"oppa"
"mian aku menganggu kalian"
"ani, duduklah oppa " kata Sungran
"oppa ?" kata Donghae. Aku mengedipkan sebelah mataku pada Sungran. Dia langsung memeluk tanganku erat.
"mwo ? Kalian berdua ? Aishh !" Donghae mengerucutkan bibirnya, Sungran tertawa setengah mati melihat aegyo Donghae.
"akhirnya kami melihatmu tertawa" kataku.
"tunggu dulu aku kan yg akan menikah denganmu kenapa aku tidak dipanggilo oppa/jagi/yeobo ? Sungran aku marah padamu !" mwo menikah ? Aku menatap Donghae.
" nanti aku jelaskan hyung " katanya. Kami berjalan menuju kamar Leeteuk.

Author pov

Mereka bertiga berjalan menuju kamar Leeteuk. Disana ygnlain sedang menunggu mereka.
"annyeong" sapa mereka bertiga. Sontak yg didalam ruangan itu langsung berdiri menatap mereka.
"Sungran dari mana saja kau ? Mengkhawatirkan kami ! Liat sahabatmu mereka sudah menangis berapa ember disini !" pekik Heechul. Sungran terdiam.
"hyung !" ketus Donghae dan Sungmin bersamaan
"mwo? Kompak sekali kalian" kata Kyuhyun

"hyungdeul, dongsaengdeul ada yg ingin aku bicarakan " ucap Donghae, semua mata tertuju padanya. Dia langsung menarik tangan Sungran.
"sebenarnya aku dan Sungran di jodohkan" mata Sungran langsung menatap Donghae.
"mworago ?"
"kami minta penjelasan !" kata Leeteuk
"baiklah" Donghae mengambil nafas berat

"semenjak appa meninggal, investor yg menanamkan saham mulai berkurang. Tapi berkat bantuan keluarga Sungran saham di perusahaan appaku menjadi stabil. Itu alasannya. Lagipula Sungran dan aku masih memiliki kesepakatan kan ? Jadi kami akan berusaha mencari cinta didalam diri kami. Kalau kami tidak menemukannya. Maka perjodohan itu dibatalkan " ujar Donghae, Sungran mengangguk.
"kami mendukungmu !" ujar Hankyung.

2 minggu kemudian

Sungran dan Donghae berjanji akan bertemu di taman kampus pagi ini. Dan pagi ini juga tepat seminggu sebelum mereka akan dinikahkan. Pertanyaannya apakah mereka jadi menikah ?

"oppa, annyeong" sapa Sungran.
"annyeong" jawab Donghae.

Sungran pov

Aku mencintainya, begitu pun dia. Kalian tahu hari ini aku akan menemui dia. Sudah 2 hari aku tidak bertemu dia. Rindu ? Tentu !

"oppa, annyeong" sapaku.
"annyeong" jawab Donghae. Mukanya sedikit pucat, apa dia sakit ? Tidak mungkinlah seorang seperti Donghae bisa sakit.
"apa yg mau kau bicarakan oppa ?" tanyaku to the point. Dia mengambil nafas berat, lalu menatap mataku.
"aku ingin kita membatalkan pernikahan ini !"

Donghae pov

Yeoja ini haruskah aku sakiti ? Dia terlalu rapuh. Tuhan semoga ini jalan yg tepat. Semalam aku memintanya untuk bertemu di halaman kampus hari minggu pukul 8. Kalian tau dia berdandan begitu cantik, beda dari biasanya. Dia terlihat feminim. Aku mengikutinya dari rumahnya. Dia sudah berangkat pukul 7.30 padahal hanya 15 menit perjalanan dari rumah menuju kampus.

Dia menungguku selama 15 menit. Duduk di bangku taman favoritenya, memainkan gadgetnya sambil sesekali tersenyum. Betapa cantiknya malaikat ciptaanmu ini Tuhan, tapi aku harus merusaknya.

"oppa, annyeong" sapa Sungran.
"annyeong" jawabku
"apa yg mau kau bicarakan oppa ?" tanyanya to the point. Aku mencoba menenangkan pikiranku, lalu menatap matanya.
"aku ingin kita membatalkan pernikahan ini !" matanya yg berbinar perlahan mulai mengeluarkan air mata. Senyumnya perlahan berubah menjadi muka yg suram seperti tak ada harapan hidup. Donghae ! Aku rasa sebentar lagi Tuhan akan membunuhmu. Gumamku

Dia mencoba tersenyum.
"lho kenapa ?" tanyanya. Jangan tersenyum babo ! Aku mau kau menangis ! Biar dia iba melihatmu !
"aku rasa aku tidak mencintaimu!" ketusku
"benarkah ?" dia mengapus air matanya.
"ya benar, aku tidak mencintaimu !"
"tapi bola matamu mengarah kearah kanan. Kau berbohong, aku tau itu. Sekarang jelaskan sebelum terlambat !" dia yeoja babo yg hebat ! Maaf aku belum bisa memberitahumu, sayang.

"apa lagi mau mu ? Aku bilang aku ingin kita membatalkannya karna aku TIDAK MENYUKAIMU !!!! Apa itu kurang cukup ?!" ketusku sambil menaikan nada bicaraku. Maaf beribu maaf.
"tentunya kurang oppa" dia mengeluarkan smirknya.
"ah ya, kau tau aku yg membunuh ibumu. Kejadian 5 tahun yg lalu ? Aku yg menabrak ibumu dan melarikan diri. Hmm puas ?!" kata-kata iblis ini harus keluar, ini terpaksa. Mianhe sayang. Airmatanya mulai turun dengan deras.
"awalnya aku...."
"ARGGGGGHHH CUKUP !!!! Enyahkau dari mukaku ! PEMBUNUH !!!!" teriaknya frustasi. Baguslah dia membenciku.

"kau puas ?" tanyaku
"tentunya. Terimakasih dongsaengku" kata orang gila itu. Cih aku tidak sudi memanggil namanya.
"cepatlah antarkan aku ke bandara. Aku muak berada didekatmu" pintaku. Dia mengeluarkan evil smirknya. Namja ini juga memperhatikan kami sedari tadi. Dia yg menyusun rencananya. Sekarang aku melanjutkan kuliahku ke America. 3 tahun disana, aku pasti bisa melupakan dia. Tuhan tolong jaga malaikat kecilku disini.

"Appa, Eomma, Donghwa hyung, Park Sungran yeoja babo, aku pergi. Selamat tinggal Seoul tunggu aku 3 tahun lagi !" ucapku saat kurasakan pesawat mulai lepas landas.


To be cont~ ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar