Kamis, 29 Desember 2016

Memajukan Pariwisata Indonesia


Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Semua tersedia di Indonesia, baik di daratan maupun lautan, semuanya dipenuhi oleh berbagai macam kekayaan alam, mulai dari pegunungan, pantai, danau, sungai, hutan, dan masih banyak lagi yang tersebar di seluruh wilayah Republik Indonesia ini. Dengan adanya kekayaan alam yang melimpah tersebut menjadikan Indonesia patut dimasukkan ke dalam daftar negara yang harus dikunjungi baik untuk menuntut ilmu maupun sekedar berwisata.
Membahas mengenai pariwisata yang ada di Indonesia, tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada sebuah acara CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta pada Kamis, 22 November 2016, saat membicarakan produk wisata di Indonesia, beliau menjelaskan “Beragam produk wisata kita punya semuanya, wisata religious, keindahan danau, pantai, pulau, tempat diving, snorkeling yang sangat bagus.” Memang benar adanya apa yang dikatakan oleh orang nomor 1 di negeri ini. Sebagai warga negara Republik Indonesia, sudah sepatutnya kita berbangga diri telah menjadi bagian dari negara yang kaya ini. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan rasa bangga kita akan tanah air tercinta ini, bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga alam disekitar lingkungan tempat kita tinggal bahkan sampai hal-hal besar, seperti turut serta dalam mengenalkan negara Indonesia kepada dunia dan mengajak para warga dunia untuk datang ke Indonesia dan merasakan sendiri sensasi luar biasa dari alam Indonesia, dengan begitu jumlah wisatawan akan bertambah yang juga akan mempengaruhi perekonomian negara yang tentunya akan berbalik memberikan hal-hal positif yang menyenangkan dan menguntungkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tentu tidaklah mudah untuk mengajak warga negara asing dalam mengenal negara Indonesia, terlebih jika mereka tidak tahu apapun mengenai Indonesia yang menjadikan mereka mungkin kurang tertarik untuk mengetahui sesuatu apalagi dapat menyukai negara kita ini, tetapi bukan pula menjadi sesuatu yang mustahil jika kita benar-benar ingin memperkenalkan bangsa kita kepada mereka dan dunia. Caranya sangatlah beragam, misalnya saat kita bertemu dengan orang lain, bersikaplah dengan ramah dan sopan. Orang lain yang dimaksud disini adalah kepada semua orang tanpa terkecuali. Dengan begitu, orang akan lebih menghormati kita, terlebih jika kita berada atau tinggal di negara lain, hal itu akan berdampak pada pandangan masyarakat yang tinggal di negara itu terhadap kita dan negara darimana kita berasal. Dalam memperkenalkan budaya negara kita pun tidak boleh tergesa-gesa, karena mungkin hal itu akan membuat para warga negara asing yang tadinya tertarik menjadi tidak tertarik lagi dan risih akan sikap kita yang terkesan memaksa, yang pada akhirnya akan membuat mereka enggan untuk mengenal Indonesia lebih jauh. Sebelum memperkenalkan negara kita kepada negara asing, sebaiknya kita membenahi dahulu sektor pariwisata yang kita punya. Memang ini adalah salah satu tugas para petinggi negara dalam mengelola pariwisata negeri, tetapi alangkah baiknya kita sebagai warga negara Indonesia membantu pekerjaan mereka dengan cara yang kita bisa dan tidak lupa juga untuk mempelajari tentang alam Indonesia secara mendalam, karena akan tidak terlalu berdampak besar jika kita hanya mengandalkan alam tanpa tahu bagaimana kita dapat memanfaatkan serta mengolah alam yang kita miliki dengan baik yang akan memberi kehidupan bagi kita yang tinggal di wilayah tersebut. Jika tidak, maka alam yang kita miliki semakin lama akan semakin habis dan bisa jadi akan dirampas oleh negara lain yang lebih bisa menjaganya.
“Apa yang kurang? Ya infrasruktur, kemasan produknya, membangun positioningnya, diferensiasi, dan mempromosikan, membangun brand besar-besaran. Disitu kita kurangnya,” lanjut Bapak Joko Widodo. Saya sependapat dengan beliau, dimana pengolahan pada sektor pariwisata masih kurang dibandingkan dengan negara lain. Jika kita lihat dari segi sumber daya alam, seharusnya Indonesia jelas bisa jauh lebih unggul dan dapat menguasai dunia, salah satunya dalam sektor pariwisata. Hal ini sangat disayangkan. Perlu adanya peningkatan dalam memperkenalkan wisata-wisata yang ada di negara ini, jangan hanya terfokus pada wilayah-wilayah di kota besar, di wilayah terpencilpun masih banyak tempat indah yang jarang dikunjungi karena ketidaktahuan masyarakat akan adanya tempat tersebut. Sebagai contoh saat saya berbincang-bincang dengan beberapa warga negara asing melalui media sosial, banyak dari mereka yang hanya mengetahui Bali, ada juga yang tahu Bali tetapi tidak tahu bahwa Bali ada di negara Indonesia atau mereka menganggap bahwa Indonesia ada di Bali, dan yang lebih menyedihkannya lagi, saya menemukan warga negara asing yang bahkan tidak mengetahui bahwa ada negara yang bernama Indonesia. Ha-hal seperti inilah yang seharusnya menjadi cambuk bagi kita agar lebih semangat dalam membangkitkan sektor pariwisata Indonesia.
Bapak Joko Widodo juga mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya demi membenahi dan mempromosikan pariwisata Indonesia kepada dunia, “Produknya diperbaiki, infrastruktur betul-betul konsen ke sana dan saya kira sekarang sudah mulai marketingnya, pemasarannya. Kalau bapak lihat sekarang, yang ada di Paris, Singapura, di Times Square sudah kita tayangkan semuanya. Untuk promosi besar-besaran. Saya janjian sama Pak Menteri, minta anggaran marketing bisa ditambah empat lima kali lipat dari anggaran sebelumnya. Saya sampaikan, bisa kita berikan.” jelasnya. Dari cara-cara yang telah dilakukan pemerintah tersebut memang sudah baik, apalagi pemerintah tidak hanya melakukan promosi saja tetapi juga meningkatkan hal-hal yang dapat membantu sektor pariwisata tersebut menjadi lebih baik. Kita hanya perlu menunggu hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan tersebut dan terus berusaha agar jangan sampai usahanya terbuang sia-sia tanpa adanya perubahan yang signifikan bagi negara Indonesia terutama di bidang pariwisatanya mengingat banyaknya materi yang sudah dikeluarkan untuk promosi yang dilakukan dalam mengenalkan Indonesia lebih jauh kepada dunia dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

Nama                    : Reni Qonitah Putri
NPM                      : 19614060
Kelas                      : 3SA10
Mata Kuliah          : Kepariwisataan 2 #
Dosen                    : Hawasi, SS, MA

Senin, 09 Mei 2016

The Secret by Rhonda Byrne


Film yang berjudul The Secret ini diproduseri oleh Rhonda Byrne dan disutradarai oleh Drew Heriot berdurasi sekitar 90 menit. Film ini dirilis pada tanggal 26 Maret 2006. Film ini berformat film dokumenter sehingga penonton tidak perlu khawatir untuk mengikuti jalan ceritanya karena alurnya tidak rumit. Di film ini berisi petuah-petuah dari para master dalam berbagai bidang, seperti bidang filsafat, spiritualitas, motivasi, pengusaha, ahli keuangan, ahli fisika, dan lain sebagainya serta diselingi dengan dramatisasi singkat atas topik yang sedang diulas.
Film ini diawali dengan cerita singkat tentang kehidupan seorang wanita yang sedang mengalami masalah hidup yang berat. Ia menemukan sebuah buku yang menggambarkan judul dari film ini sendiri, yaitu buku yang mengungkapkan rahasia kehidupan terbesar sepanjang jaman yang telah berusia ratusan tahun dan merupakan jawaban atas segala permasalahan yang sedang ia hadapi saat itu. Ia mulai mencari informasi tentang rahasia itu. Ia menemukan bahwa The Secret ini ternyata pada masa lalu dikuasai oleh orang-orang yang telah memberikan sumbangan besar kepada dunia, seperti Newton, Emerson, Beethoven, Edison, Einstein, dan lain sebagainya. Kemudian ia menemukan beberapa Secret Teacher pada masa kini yang akan membeberkan rahasia tersebut.
Konsep Hukum Daya Tarik atau Law of Attraction. Ini adalah rahasia yang diperbincangkan di film ini. Rahasia ini ada di sekitar kita tapi tingkat kesadaran kita akan keberadaannya kurang yang menjadikan kita tidak menyadarinya. Banyak juga yang sudah mengetahuinya tetapi tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa menggunakan konsep ini dengan baik. Singkatnya, sebuah rahasia yang dapat mewujudkan apa yang ingin kita capai dalam kehidupan ini, seperti kesehatan, hubungan dengan orang lain, dan keberhasilan yang sudah dibuktikan oleh orang-orang berpengaruh di dunia, seperti Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison, dan juga Einstein. Konsep ini mengajarkan kita untuk berpikir pada hal yang positif saja dengan hati yang bahagia dan jangan memikirkan hal-hal yang negatif atau tidak kita sukai. Konsep ini mengajarkan bahwa pikiran kita sendirilah yang selama ini menarik kejadian-kejadian yang kita alami. Pikiran yang positif akan menarik hal-hal positif. Dan sebaliknya, pikiran yang negatif akan menarik hal-hal yang negatif pula. Terdengar sederhana, namun dampak yang ditimbulkan sungguh luar biasa. Mungkin banyak juga yang meragukannya, tetapi konsep ini sudah banyak terbukti oleh para ahli. Dan jika hal ini benar adanya, maka kita akan lebih mudah mengatur hidup kita dengan menentukan masa depan kita dengan mengandalkan pikiran kita.
Menurut saya, film ini sangat bermanfaat, karena para ahli menyampaikan intisari dari begitu banyak buku sukses yang ada akan konsep daya tarik ini. Saya akan mencoba mempraktikkannya dengan selalu berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 20 April 2016

Laporan Hasil Penjualan Susu Kedelai



Sebagai Tugas Kewirausahaan

Oleh :
Reni Qonitah Putri
(19614060)
2SA10

    

1.      Modal


No.


Bahan

Barang Perhari

Harga

Barang 10 Hari

Total Harga
1.
Kacang Kedelai
0,25 Kg
Rp. 3.000,00,-
2,5 Kg
Rp.   30.000,00,-
2.
Gula Pasir
0,50 Kg
Rp. 7.000,00,-
5 Kg
Rp.   70.000,00,-
3.
Garam
1 Sendok

1 Bungkus
Rp.     2.000,00,-
4.
Air
2,5 Liter



5.
Listrik




6.
Gas






Jumlah

Rp. 102.000,00,-
    
    2.      Lama usaha   
  •       10 hari. 
  •             Dimulai pada hari Sabtu, 9 April 2016 – Rabu, 20 April 2016.

     3.      Penjualan 
  •             Jumlah susu yang di jual perhari sebanyak 20 bungkus. 
  •             Dengan harga Rp. 2.000,00,-/bungkus.
  •       Karena saya menjual barang ini dengan cara menitipkan ke sebuah warung, jadi setiap bungkus dihargai Rp. 1.800,00,- atau potongan senilai Rp. 200,00,-/bungkus untuk pemilik warung. 
  •       Setiap hari Minggu tidak jualan. 
    



No.


Hari


Tanggal

Jumlah Barang yang Terjual



Jumlah


Potongan Penjualan


Total Bersih
1.
Sabtu
9 April 2016
20 Bungkus
Rp. 40.000,00,-
Rp. 4.000,00,-
Rp.    36.000,00,-
2.
Senin
11 April 2016
11 Bungkus
Rp. 22.000,00,-
Rp. 2.200,00,-
Rp.    19.800,00,-
3.
Selasa
12 April 2016
18 Bungkus
Rp. 36.000,00,-
Rp. 3.600,00,-
Rp.    32.400,00,-
4.
Rabu
13 April 2016
20 Bungkus
Rp. 40.000,00,-
Rp. 4.000,00,-
Rp.    36.000,00,-
5.
Kamis
14 April 2016
19 Bungkus
Rp. 38.000,00,-
Rp. 3.800,00,-
Rp.    34.200,00,-
6.
Jumat
15 April 2016
15 Bungkus
Rp. 30.000,00,-
Rp. 3.000,00,-
Rp.    27.000,00,-
7.
Sabtu
16 April 2016
20 Bungkus
Rp. 40.000,00,-
Rp. 4.000,00,-
Rp.    36.000,00,-
8.
Senin
18 April 2016
11 Bungkus
Rp. 22.000,00,-
Rp. 2.200,00,-
Rp.    19.800,00,-
9.
Selasa
19 April 2016
11 Bungkus
Rp. 22.000,00,-
Rp. 2.200,00,-
Rp.    19.800,00,-
10.
Rabu
20 April 2016
20 Bungkus
Rp. 40.000,00,-
Rp. 4.000,00,-
Rp.    36.000,00,-
Jumlah
Rp. 297.000,00,-


     4.      Keuntungan 
  •             Rp. 297.000,00 – Rp. 102.000,00 
         = Rp. 195.000,00,-.