Senin, 03 Desember 2012

We’ll Meet Again For Sure.


 Genre: Sad, friendship.
 Cast:
  - RyeoWook



 -EunHyuk





- and all Super Junior member



*****


Malam hari di Chundamdong di bulan Desember, saat member Super Junior yang lain sedang berada di StarKing, EunHyuk dan RyeoWook latihan bernyanyi untuk duet mereka, “Hyung, kau tahu apa yang ingin aku lakukan saat ulang tahunku nanti???” tanya RyeoWook, “Tidak, memangnya kau ingin apa?”, “Aku ingin melakukan Candle Light Dinner di menara Namsan hanya denganmu”, “Jangnanhae*???????? Hey RyeoWook!!!!! Kau terlalu sering menonton Telenovela! Jadi otakmu itu terinfeksi!”, “Yeigo ani jangnan*! Hyung, bukankah itu romantis?????”, “Lupakan!!”.... Tiba - tiba, handphone EunHyuk berdering..

(*Jangnanhae : kau bercanda)
(*Yeigo ani jangnan: aku tidak barcanda)

~ShinDong Hyung – Calling~
            EunHyuk : Yoboseoyo Hyungnim???
            ShinDong : Oh, EunHyuk! Kau dimana?
            EunHyuk : Aku dan RyeoWook sedang di dorm, ada apa?
ShinDong : Aku sedang ada di mart, tapi aku lupa bawa dompet, aku pinjam uangmu dulu! Cepat kesini!
EunHyuk : Hyung, tidak bisakah kau berhenti membeli makanan untuk sehari saja?
ShinDong : Itu adalah image yang melekat dalam sanubariku! Aku tidak akan mungkin melepasnya!
EunHyuk : Baiklah! Aku kesana!

            “RyeoWook, aku ke mart sebentar, Hyung 100 kilo itu menungguku!” kata EunHyuk, “Jangan lama – lama Hyung, aku takut sendiri disini”, “Mungkin member yang lain akan segera pulang, kau tunggu saja, aku juga tidak akan lama”, EunHyuk pun segera pergi menyusul ShinDong..
            Beberapa menit kemudian saat RyeoWook sendiri di dorm, dia tiba – tiba jatuh pingsan di kamarnya. Ya, RyeoWook memang menderita tumor otak 3 bulan belakangan ini, tidak ada yang tahu bahkan EunHyuk sekalipun yang benar – benar dekat dengan RyeoWook. RyeoWook di anjurkan untuk segera di operasi, jika tidak tumor itu akan menggerogoti tubuhnya, tapi RyeoWook terlalu takut karena persentase keberhasilannya hanya 25%. Dia takut untuk meniggalkan member – member yang lain yang sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri, dan selama bertahun – tahun yang sudah mengisi hidupnya ini. EunHyuk dan Shindong pun pulang, “Kelihatannya member yang lain belum pulang” kata Shindong “Tapi dimana RyeoWook?”, “Mungkin dikamarnya” jawab EunHyuk, “RyeoWook, ayo kita makan! Aku tadi mampir ke kedai Ramen” kata Shindong sambil membuka pintu kamar RyeoWook, “O.. Ryeowook, hey!!!! RyeoWook!!!!” setelah melihat RyeoWook jatuh pingsan, Shindong terkejut dan teriak memanggil EunHyuk,  mendengar ShinDong yang teriak memanggil namanya, EunHyuk pun berlari menuju kamar RyeoWook. “Cepat bantu aku mengangkatnya ke tempat tidur!!!” kata Shindong, “Hyung, kenapa RyeoWook tiba – tiba pingsan??” “Aku tidak tahu, dia sudah pingsan saat aku baru ingin mengajaknya makan”. Beberapa saat setelah RyeoWook pingsan, akhirnya RyeoWook sadar, “Hey, RyeoWook? Kau sudah sadar? Kau kenapa? Member yang lain langsung pulang ke dorm setelah aku hubungi mereka karena mengkhawatirkan dirimu” kata EunHyuk, “Aaaah~ kepalaku tadi sakit, aku juga belum sempat makan siang tadi, mungkin aku terlalu lelah karena mempersiapkan konser duet kita di tahun baru nanti. Aku minta maaf, karena membuat hyung – hyung khawatir” jelas RyeoWook, “Kau seharusnya menjaga kondisimu! Kau sudah tidak apa – apa?” tanya LeeTeuk, “Aku sudah tidak apa – apa Teukie hyung, aku akan menjaga kondisiku dengan baik” jawab RyeoWook, “Yasudah, kau pergilah makan dulu dengan yang lain, setelah itu kau istirahat!”, “Baiklah hyung”
            Member Super Junior makan bersama dengan suasana yang hangat. Tiba – tiba RyeoWook menitihkan air matanya, tapi tidak ada yang melihat RyeoWook menangis, RyeoWook pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, saat dia melihat wajahnya di cermin, air mata RyeoWook malah mengalir tak terhenti, saat itu RyeoWook membayangkan kenangan – kenangannya bersama member lain, saat mereka tertawa, senang, sedih, dan saat mereka saling menunjukkan besar cintanya satu sama lain. Disaat satu member menangis, member yang lainnya akan menghapus air matanya dengan tawa dan canda, disaat satu member sedang marah, member yang lain akan meredakannya dengan senyuman hangat. RyeoWook menyadari persahabatan ini sangat berarti baginya, bahkan dia lebih mencintai persahabatannya ini dari pada kecintaanya pada dirinya sendiri, tidak terbayangkan olehnya saat ia harus meninggalkan member yang lain karena tumor otak yang ia derita.
            Malam semakin larut, member yang lain sudah tidur di kamarnya masing – masing, tapi mata RyeoWook masih terbuka lebar, karena tidak bisa tidur, RyeoWook pun masuk ke kamar EunHyuk dan memintanya untuk tidur bersama, “Hyung, aku ingin tidur disini malam ini, aku tidak bisa tidur”, “Asalkan kan tidak membasahi bantalku ini dengan air liurmu, aku mau mengizinkanmu” kata EunHyuk, “Aku janji! Hahaha”. Malam itu terasa panjang untuk RyeoWook, RyeoWook yang tertidur lelap disamping EunHyuk terlihat nyaman. Matahari terbit dari ufuk timur, pagi itu HeeChul bangun lebih awal, karena ingin meminjam I-Pod milik RyeoWook, HeeChul masuk ke kamar RyeoWook, dan melihat RyeoWook tidak ada dikamarnya, HeeChul mencari I-Pod itu sendiri. Saat mencari – cari di lemari, HeeChul melihat selembar berkas kedokteran, disitu tercantum nama Kim Ryeo Wook dengan diagnosa penyakit Tumor Otak. Setelah melihat berkas yang membuat HeeChul diam dan terkejut, HeeChul langsung mencari RyeoWook di kamar member yang lain. Melihat RyeoWook di kamar EunHyuk, HeeChul langsung membangunkan RyeoWook dan menarik tangan RyeoWook untuk keluar dari kamar. “Ada apa hyung pagi – pagi?”, “Bisakah kau menjelaskan apa maksud dari berkas ini?! Katakan kalau ini tidak benar!”, RyeoWook hanya diam dengan mata yang berlinang air mata, “JAWAB AKU KIM RYEO WOOK!!!!!!!” tanya HeeChul dengan nada tinggi, “Hyung, kumohon rahasiakan ini dari yang lain! Kumohon hyung! Aku tidak ingin member yang lain terlalu mengkhawatirkanku, aku juga berencana untuk melakukan operasi setelah konser tahun baru nanti, karena aku ingin sekali berduet dengan EunHyuk hyung. Kumohon hyung, rahasiakan ini!” RyeoWook memohon pada HeeChul sambil menangis tersedu – sedu dan berlutut di hadapannya, “Bangunlah RyeoWook! Aku janji tidak akan membongkar rahasia ini pada member yang lain! Tapi kau harus segera melakukan operasi itu sampai konser tahun baru nanti!”, “Aku janji hyung, konser tahun baru hanya seminggu lagi, aku yakin bisa bertahan selama itu!”, “RyeoWook! Aku ingin kau bertahan, aku ingin kau selalu bertahan, aku tidak ingin kau meninggalkan kami semua hanya karena penyakit itu!”, “Terimakasih hyungnim!”, pengakuan dari RyeoWook membuat kedua mata HeeChul berkaca – kaca meskipun tidak menitihkan air mata, saat itu air mata RyeoWook tidak dapat berhenti bagaikan air hujan yang turun deras. Pagi yang cerah di hari itu membuat embun di dalam hati HeeChul yang tak bisa mempercayai apa yang telah diderita oleh dongsaeng nya itu.
            Saat semua member yang sudah bangun, HeeChul dan RyeWook bertingkah layaknya tak terjadi apa – apa. Siang harinya, RyeoWook sedang menyendiri di kamarnya dengan sebuah buku bersampul coklat dan pulpen di tangannya, saat itu KyuHyun datang menghampiri RyeoWook, dengan cepat buku itu ditutup RyeoWook, “RyeoWook hyung, hari ini kita ada jadwal di SUKIRA, kita juga harus menyanyikan lagu, hyung ingin menyanyikan lagu apa?” tanya KyuHyun, “Ehmmm.... Entahlah, mungkin aku akan menyanyikan lagu ‘Can’t Shed My Tears’ dengan piano, hahaha”, “Huwaaaah!! Aku dan DongHae hyung akan pergi ke Paldam Dam sebentar, jadi mungkin aku akan menyusul”, “Oh, jadi liburan tahun baru nanti di Paldang Dam?”, “Iya begitulah, Teukie hyung memutuskan menyewa sebuah pension disana, menurutku bukan ide buruk untu berlibur disana. Oh ya hyung, aku tadi melihat kau sedang menulis sesuatu, kau menulis apa?”, “Bukan apa – apa, aku bosan dan mencoret – coret buku, Paldang Dam?? Ini kan musim dingin, mungkin udara disana akan jauh lebih baik, kita juga harus istirahat dari jadwal kita yang padat”, “Iya...”, Tiba – tiba SungMin memanggil KyuHyun dan RyeoWook, “KyuHyun, RyeoWook! ShiWon baru saja pulang dan membeli Pat Bing Soo, kau tidak ikut makan?”, “Ooo... Pat Bing Soo!!! PAT BING SOOOOOOOOOOOO”, KyuHyun yang ‘kegirangan’ setelah mendengar nama Pat Bing Soo, karena itu adalah makanan kesukaannya, tapi RyeoWook menolak untuk ikut makan bersama, “Kau tidak ikut makan??” tanya SungMin, “Tidak, aku baru saja makan Ice Cream tadi, dan aku tidak akan makan ice untuk kedua kalinya” jawab RyeoWook, “Baiklah, jadi ShinDong bisa memakan jatahmu dan tidak lagi memakan jatahku, hehehe”.
            Malam hari, RyeoWook datang sendiri ke SUKIRA dengan mobilnya, semetara LeeTeuk, HeeChul, dan EunHyuk sudah  pergi terlebih dulu. Sebelum pergi, HeeChul khawatir pada RyeoWook yang harus menyetir sendiri, tapi RyeoWook meyakinkan HeeChul agar tidak khawatir. Di tengah perjalanan, tiba – tiba RyeoWook kehilangan kendali mobilnya karena kepalanya yang sakit, RyeoWook sangat berusaha keras untuk menstabilkan pandangannya, tapi kesadaran RyeoWook lama – lama makin menipis, dan pandangan RyeoWook menjadi gelap, mobilnya kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan.
            Terlihat pada layar handphone KyuHyun:
~SungMinnie Hyung – Calling~

            KyuHyun : “Oh, Hyung! Ada apa?”
            SungMin : “Kyu...... RyeoWook......”
            KyuHyun : “Ada apa dengan dia hyung? Kenapa hyung menangis?”
            SungMin : “Kyu, kau dan DongHae, RyeWook.... RyeoWook kecelakaan!!!”
            KyuHyun : “Hah?????? Hyung, benarkah?”
SungMin : “Sebaiknya kau dan DongHae sekarang pulang ke Seoul! RyeoWook sedang ada di UGD”
KyuHyun : “I.. iya.... Aku akan segera kesana”
“Siapa?” tanya DongHae, “Hyung, kita harus segera pulang, RyeoWook hyung kecelakaan”, “Hah?????”,  Mendengar itu KyuHyun dan DongHae bergegas menaiki subway ke Seoul, sementara itu di rumah sakit, dokter – dokter yang menangani RyeoWook belum juga memberi jawaban. Setelah 40 menit dari kecelakaan itu, akhirnya sang dokter keluar dari ruang UGD bersamaan dengan datangnya KyuHyun dan DongHae, EunHyuk yang sangat mengkhawatirkan RyeoWook langsung menanyakan keadaan RyeoWook pada sang dokter, “Dok, bagaimana keadaan teman saya?”, “Dia mengalami pendarahan di otaknya, kita harus segera melakukan operasi untuk menghentikan pendarahannya juga untuk mengangakat tumornya”, jawab dokter yang bernama Wang YongBi ini. Serontak para member Super Junior terkejut setelah mendengar tentang tumor otak yang diderita RyeoWook. HeeChul pun angkat bicara “Sebenarnya... aku sudah mengetahuinya sejak tadi pagi, tapi RyeoWook memohon padaku untuk merahasiakan tentang penyakitnya itu”, EunHyuk emosi dan memukul wajah HeeChul, “HYUNG!!!! BAGAIMANA BISA KAU MENYEMBUNYIKAN INI SEMUA SEMENTARA NYAWA RYEOWOOK DIUJUNG TANDUK??????????”, member yang lain membantu EunHyuk untuk mengontrol emosinya, “Masalah ini tidak penting! Yang penting adalah keselamatan RyeoWook, kita hanya bisa mengharapkan keajaiban Tuhan dan berdoa demi keberhasilan operasinya” tegas LeeTeuk pada member yang lain. 4 jam selama operasi berlangsung, akhirnya dokter Wang YongBi keluar dari ruang operasi, “Kami sudah melakukan semua yang kami bisa, tapi persentase keberhasilannya sangat kecil, maafkan kami!”, kata dokter Wang YongBi. Malam itu tangisan kehilangan pecah di tengah – tengah kesunyian. EunHyuk dengan erat memeluk tubuh RyeoWook, “RyeoWook!!!!! Kau memang bodoh!! Kenapa kau tidur saat konser duet kita akan berlangsung sebentar lagi????? Kita harus tetap latihan!!!!! Kalau kau tidur terus, bagaimana duet kita akan berjalan baik?????? RyeoWook!!!! Cepat bangun!!!!”.......
Malam itu pun berlalu. Di hari pemakaman RyeoWook, EunHyuk tidak dapat menahan air matanya, begitupun dengan member yang lainnya, EunHyuk terpaku melihat batu nisan yang tertulis rapi dengan kata – kata “Disini terbaring dengan damai Kim Ryeo Wook”. Beberapa hari setelah meninggalnya RyeoWook, KyuHyun teringat tentang buku yang di tulis oleh RyeoWook, KyuHyun mencari – cari di kamarnya dan menemukan buku itu di bawah kasur. Buku bersampul coklat itu sama persis dengan buku yang ditulis oleh RyeoWook sebelum ia meninggal. Disitu tertulis:

“Untuk semua member Super Junior yang sangat aku cintai! Mungkin saat kalian membaca ini, aku sudah tidak akan ada ditengah – tengah kalian karena tumor otak yang aku derita ini! Hmmmm...... sebenarnya aku tidak suka dengan hal – hal yang dramatis seperti ini, tapi aku mungkin tidak punya waktu untuk menyampaikannya, suatu hari nanti mungkin aku akan meninggalkan kalian semua, meninggalkan kenangan kita, meninggalkan semua tentang kita yang telah kita jalani setelah bertahun – tahun lamanya kita bersama. Aku akan merindukan kalian di alam sana, aku akan merindukan candaan kita, merindukan hal – hal yang biasa kita lakukan! Persahabatan ini bukanlah persahabatan yang biasa, aku sudah menganggap kalian seperti keluargaku dan Super Junior adalah hidup dan matiku, kita ditakdirkan untuk bertemu tapi kita tidak ditakdirkan untuk berpisah! Aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan rasa cintaku ini pada kalian, yang hanya aku bisa lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin agar kita tetap bisa bersama.. Saat aku sudah tidak ada di tengah – tengah kalian, maukah kalian selalu menjenguk makamku dan menaburi bunga diatas nya? Karena mungkin bunga itu hanyalah satu – satunya cara bagaimana aku bisa merasakan cinta kalian terhadapku! Bukan karena aku tidak merasakannya saat aku masih ada di tengah – tengah kalian, tapi mungkin rasanya akan berbeda setelah aku pergi nanti. Karena aku yakin pasti kalian akan menaburnya dengan hati. Saat aku memikirkan kenangan kita bersama, aku selalu meneteskan air mata, karena aku tidak siap menirima bahwa aku akan meninggalkan kalian, flashback dari kejadian pertama kita dipersatukan menjadi sebuah group boyband, SuperShow, konser – konser di berbagai negara, semuanya melekat dalam pikiranku. Bahkan aku tidak pernah merasa lelah selama aku melakukannya dengan kalian, ingatkah kalian kalau kalian sangat sering mengerjaiku? Aku tidak pernah merasa dibodohi, tapi aku senang karena kalian menaruh perhatian yang sangat besar untukku. Saat aku sudah tidak ada, maukah kalian menyanyikan lagu kesukaanku dari atas sana sehingga aku bisa mendengarnya dibalik kegelapan yang menyelimuti tubuhku? Agar aku dapat melihat secercak cahaya walaupun diujung jauhnya, karena aku takut jika harus terus berada dalam kegelapan. Mungkin di sana juga aku akan merasa panas, saat kalian menjenguk makamku, dapatkah kalian menyiramnya dengan air yang sejuk? Tapi aku tidak ingin kalian menjenguk makamku dengan air mata yang melintasi pipi kalian, mungkin aku akan merasa lebih kehilangan disana, hatiku akan terasa sakit, dan aku akan merasa menyesal dengan semua yang telah aku perbuat. Aku akan melihat kalian dari kejauhan, aku akan selalu ada disamping kalian saat kalian merindukanku, karena aku juga pasti akan sangat merindukan kalian disana. Saat kalian menemukan kebahagian kalian dengan seseorang yang kalian cintai, aku akan menghadirinya dan menyaksikan kebahagiaan kalian. Saat kalian mengalami kesulitan, aku akan membatu kalian dan mendukung kalian, saat kalian merasa sedih, aku akan hadir membawa kebahagiaan untuk kalian, karena kita akan selalu terus merasakan hal yang sama sebagai satu keluarga dan tidak akan ada yang membatasinya! Walaupun aku tidak akan ada bersama – sama dengan kalian tapi aku akan selalu ada dalam hati kalian, aku mungkin akan merasa kesepian seorang diri disini, hidup dalam kesunyian, kehampaan dan kekosongan. Aku tidak pernah mau untuk berpisah dengan kalian, melepaskan kalian dari genggaman tanganku, melepaskan kalian yang telah menyatu dengan hatiku, melepaskan kalian dari hidupku, aku ingin selalu berpegangan tangan melewati sisa hidupku dengan kalian, kalian yang telah mewarnai hidupku yang tak berlangsung lama ini, kalian yang telah membuatku mengerti apa itu artinya kasih sayang seorang sahabat, kalian yang telah mengajariku semua hal – hal yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya. Untuk EunHyuk Hyung, ingatkah hyung saat aku mengatakan kalau aku ingin melakukan Candle Light Dinner di menara Namsan? Mungkin aku tidak akan bisa mewujudkan keinginanku itu bersamamu, tapi maukah kau melakukannya untukku? Dan untuk hyung – hyung yang sangat aku sayangi, saat aku jatuh pingsan malam itu, aku sangat tersentuh karena kalian sangat mengkhawatirkan aku, untuk KiBum dan KyuHyun, aku lebih merasa kalau aku yang paling muda diantara kalian berdua, tapi aku sangat berterimakasih pada kalian, karena kalian juga sangat memperhatikanku sama seperti yang lainnya. Sebelum aku meninggalkan kalian, aku ingin mepersembahkan sebuah lagu untuk kalian di SUKIRA nanti..... aku akan mempersembahkannya untuk kalian. Dan aku yakin, di surga sana, kita akan berkumpul kembali menjadi satu, bertemu lagi, dan menyatu lagi menjadi keluarga yang sama saat didunia, “kita akan bertemu lagi dengan pasti”(We’ll Meet Again For Sure). SUPER JUNIOR FIGHTING!!!!!”
“Tapi dia belum sempat menyanyikannya untuk kita, apa yang akan dia nyanyikan untuk kita?” tanya KiBum, “Can’t Shed My Tears” jawab KyuHyun. “Saat hari dimana dia mengatakan itu padaku, dia juga mengatakan hal yang lain, tapi tidak terlalu jelas...” tambah KyuHyun, “Lalu apa yang kau dengar?” tanya EunHyuk, “Seperti...... ‘KyuHyun, aku sudah dijemput’....”



-END-

Ottokhae?
Thank you for reading^^V *bow*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar