Genre: Sad, friendship.
Cast:
- RyeoWook

-EunHyuk

- and all Super Junior member
*****
Malam hari di
Chundamdong di bulan Desember, saat member Super Junior yang lain sedang berada
di StarKing, EunHyuk dan RyeoWook latihan bernyanyi untuk duet mereka, “Hyung,
kau tahu apa yang ingin aku lakukan saat ulang tahunku nanti???” tanya
RyeoWook, “Tidak, memangnya kau ingin apa?”, “Aku ingin melakukan Candle Light
Dinner di menara Namsan hanya denganmu”, “Jangnanhae*????????
Hey RyeoWook!!!!! Kau terlalu sering menonton Telenovela! Jadi otakmu itu
terinfeksi!”, “Yeigo ani jangnan*!
Hyung, bukankah itu romantis?????”, “Lupakan!!”.... Tiba - tiba, handphone
EunHyuk berdering..
(*Jangnanhae
: kau bercanda)
(*Yeigo
ani jangnan: aku tidak barcanda)
~ShinDong
Hyung – Calling~
EunHyuk
: Yoboseoyo Hyungnim???
ShinDong
: Oh, EunHyuk! Kau dimana?
EunHyuk
: Aku dan RyeoWook sedang di dorm, ada apa?
ShinDong : Aku sedang
ada di mart, tapi aku lupa bawa dompet, aku pinjam uangmu dulu! Cepat kesini!
EunHyuk : Hyung, tidak
bisakah kau berhenti membeli makanan untuk sehari saja?
ShinDong : Itu adalah
image yang melekat dalam sanubariku! Aku tidak akan mungkin melepasnya!
EunHyuk : Baiklah! Aku
kesana!
“RyeoWook,
aku ke mart sebentar, Hyung 100 kilo itu menungguku!” kata EunHyuk, “Jangan
lama – lama Hyung, aku takut sendiri disini”, “Mungkin member yang lain akan
segera pulang, kau tunggu saja, aku juga tidak akan lama”, EunHyuk pun segera
pergi menyusul ShinDong..
Beberapa
menit kemudian saat RyeoWook sendiri di dorm, dia tiba – tiba jatuh pingsan di
kamarnya. Ya, RyeoWook memang menderita tumor otak 3 bulan belakangan ini,
tidak ada yang tahu bahkan EunHyuk sekalipun yang benar – benar dekat dengan
RyeoWook. RyeoWook di anjurkan untuk segera di operasi, jika tidak tumor itu
akan menggerogoti tubuhnya, tapi RyeoWook terlalu takut karena persentase
keberhasilannya hanya 25%. Dia takut untuk meniggalkan member – member yang
lain yang sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri, dan selama bertahun –
tahun yang sudah mengisi hidupnya ini. EunHyuk dan Shindong pun pulang,
“Kelihatannya member yang lain belum pulang” kata Shindong “Tapi dimana
RyeoWook?”, “Mungkin dikamarnya” jawab EunHyuk, “RyeoWook, ayo kita makan! Aku
tadi mampir ke kedai Ramen” kata Shindong sambil membuka pintu kamar RyeoWook,
“O.. Ryeowook, hey!!!! RyeoWook!!!!” setelah melihat RyeoWook jatuh pingsan,
Shindong terkejut dan teriak memanggil EunHyuk,
mendengar ShinDong yang teriak memanggil namanya, EunHyuk pun berlari
menuju kamar RyeoWook. “Cepat bantu aku mengangkatnya ke tempat tidur!!!” kata
Shindong, “Hyung, kenapa RyeoWook tiba – tiba pingsan??” “Aku tidak tahu, dia
sudah pingsan saat aku baru ingin mengajaknya makan”. Beberapa saat setelah
RyeoWook pingsan, akhirnya RyeoWook sadar, “Hey, RyeoWook? Kau sudah sadar? Kau
kenapa? Member yang lain langsung pulang ke dorm setelah aku hubungi mereka
karena mengkhawatirkan dirimu” kata EunHyuk, “Aaaah~ kepalaku tadi sakit, aku
juga belum sempat makan siang tadi, mungkin aku terlalu lelah karena
mempersiapkan konser duet kita di tahun baru nanti. Aku minta maaf, karena
membuat hyung – hyung khawatir” jelas RyeoWook, “Kau seharusnya menjaga
kondisimu! Kau sudah tidak apa – apa?” tanya LeeTeuk, “Aku sudah tidak apa –
apa Teukie hyung, aku akan menjaga kondisiku dengan baik” jawab RyeoWook,
“Yasudah, kau pergilah makan dulu dengan yang lain, setelah itu kau
istirahat!”, “Baiklah hyung”
Member
Super Junior makan bersama dengan suasana yang hangat. Tiba – tiba RyeoWook
menitihkan air matanya, tapi tidak ada yang melihat RyeoWook menangis, RyeoWook
pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, saat dia melihat wajahnya di
cermin, air mata RyeoWook malah mengalir tak terhenti, saat itu RyeoWook
membayangkan kenangan – kenangannya bersama member lain, saat mereka tertawa,
senang, sedih, dan saat mereka saling menunjukkan besar cintanya satu sama
lain. Disaat satu member menangis, member yang lainnya akan menghapus air
matanya dengan tawa dan canda, disaat satu member sedang marah, member yang
lain akan meredakannya dengan senyuman hangat. RyeoWook menyadari persahabatan
ini sangat berarti baginya, bahkan dia lebih mencintai persahabatannya ini dari
pada kecintaanya pada dirinya sendiri, tidak terbayangkan olehnya saat ia harus
meninggalkan member yang lain karena tumor otak yang ia derita.
Malam
semakin larut, member yang lain sudah tidur di kamarnya masing – masing, tapi
mata RyeoWook masih terbuka lebar, karena tidak bisa tidur, RyeoWook pun masuk
ke kamar EunHyuk dan memintanya untuk tidur bersama, “Hyung, aku ingin tidur
disini malam ini, aku tidak bisa tidur”, “Asalkan kan tidak membasahi bantalku
ini dengan air liurmu, aku mau mengizinkanmu” kata EunHyuk, “Aku janji!
Hahaha”. Malam itu terasa panjang untuk RyeoWook, RyeoWook yang tertidur lelap
disamping EunHyuk terlihat nyaman. Matahari terbit dari ufuk timur, pagi itu
HeeChul bangun lebih awal, karena ingin meminjam I-Pod milik RyeoWook, HeeChul
masuk ke kamar RyeoWook, dan melihat RyeoWook tidak ada dikamarnya, HeeChul
mencari I-Pod itu sendiri. Saat mencari – cari di lemari, HeeChul melihat
selembar berkas kedokteran, disitu tercantum nama Kim Ryeo Wook dengan diagnosa
penyakit Tumor Otak. Setelah melihat berkas yang membuat HeeChul diam dan
terkejut, HeeChul langsung mencari RyeoWook di kamar member yang lain. Melihat
RyeoWook di kamar EunHyuk, HeeChul langsung membangunkan RyeoWook dan menarik
tangan RyeoWook untuk keluar dari kamar. “Ada apa hyung pagi – pagi?”, “Bisakah
kau menjelaskan apa maksud dari berkas ini?! Katakan kalau ini tidak benar!”,
RyeoWook hanya diam dengan mata yang berlinang air mata, “JAWAB AKU KIM RYEO
WOOK!!!!!!!” tanya HeeChul dengan nada tinggi, “Hyung, kumohon rahasiakan ini
dari yang lain! Kumohon hyung! Aku tidak ingin member yang lain terlalu
mengkhawatirkanku, aku juga berencana untuk melakukan operasi setelah konser
tahun baru nanti, karena aku ingin sekali berduet dengan EunHyuk hyung. Kumohon
hyung, rahasiakan ini!” RyeoWook memohon pada HeeChul sambil menangis tersedu –
sedu dan berlutut di hadapannya, “Bangunlah RyeoWook! Aku janji tidak akan
membongkar rahasia ini pada member yang lain! Tapi kau harus segera melakukan
operasi itu sampai konser tahun baru nanti!”, “Aku janji hyung, konser tahun
baru hanya seminggu lagi, aku yakin bisa bertahan selama itu!”, “RyeoWook! Aku
ingin kau bertahan, aku ingin kau selalu bertahan, aku tidak ingin kau
meninggalkan kami semua hanya karena penyakit itu!”, “Terimakasih hyungnim!”,
pengakuan dari RyeoWook membuat kedua mata HeeChul berkaca – kaca meskipun
tidak menitihkan air mata, saat itu air mata RyeoWook tidak dapat berhenti
bagaikan air hujan yang turun deras. Pagi yang cerah di hari itu membuat embun
di dalam hati HeeChul yang tak bisa mempercayai apa yang telah diderita oleh
dongsaeng nya itu.
Saat
semua member yang sudah bangun, HeeChul dan RyeWook bertingkah layaknya tak
terjadi apa – apa. Siang harinya, RyeoWook sedang menyendiri di kamarnya dengan
sebuah buku bersampul coklat dan pulpen di tangannya, saat itu KyuHyun datang
menghampiri RyeoWook, dengan cepat buku itu ditutup RyeoWook, “RyeoWook hyung,
hari ini kita ada jadwal di SUKIRA, kita juga harus menyanyikan lagu, hyung
ingin menyanyikan lagu apa?” tanya KyuHyun, “Ehmmm.... Entahlah, mungkin aku
akan menyanyikan lagu ‘Can’t Shed My Tears’ dengan piano, hahaha”, “Huwaaaah!!
Aku dan DongHae hyung akan pergi ke Paldam Dam sebentar, jadi mungkin aku akan
menyusul”, “Oh, jadi liburan tahun baru nanti di Paldang Dam?”, “Iya begitulah,
Teukie hyung memutuskan menyewa sebuah pension disana, menurutku bukan ide
buruk untu berlibur disana. Oh ya hyung, aku tadi melihat kau sedang menulis
sesuatu, kau menulis apa?”, “Bukan apa – apa, aku bosan dan mencoret – coret
buku, Paldang Dam?? Ini kan musim dingin, mungkin udara disana akan jauh lebih
baik, kita juga harus istirahat dari jadwal kita yang padat”, “Iya...”, Tiba –
tiba SungMin memanggil KyuHyun dan RyeoWook, “KyuHyun, RyeoWook! ShiWon baru
saja pulang dan membeli Pat Bing Soo, kau tidak ikut makan?”, “Ooo... Pat Bing
Soo!!! PAT BING SOOOOOOOOOOOO”, KyuHyun yang ‘kegirangan’ setelah mendengar nama
Pat Bing Soo, karena itu adalah makanan kesukaannya, tapi RyeoWook menolak
untuk ikut makan bersama, “Kau tidak ikut makan??” tanya SungMin, “Tidak, aku baru
saja makan Ice Cream tadi, dan aku tidak akan makan ice untuk kedua kalinya”
jawab RyeoWook, “Baiklah, jadi ShinDong bisa memakan jatahmu dan tidak lagi
memakan jatahku, hehehe”.
Malam
hari, RyeoWook datang sendiri ke SUKIRA dengan mobilnya, semetara LeeTeuk,
HeeChul, dan EunHyuk sudah pergi
terlebih dulu. Sebelum pergi, HeeChul khawatir pada RyeoWook yang harus
menyetir sendiri, tapi RyeoWook meyakinkan HeeChul agar tidak khawatir. Di
tengah perjalanan, tiba – tiba RyeoWook kehilangan kendali mobilnya karena
kepalanya yang sakit, RyeoWook sangat berusaha keras untuk menstabilkan
pandangannya, tapi kesadaran RyeoWook lama – lama makin menipis, dan pandangan
RyeoWook menjadi gelap, mobilnya kehilangan kendali dan menabrak pembatas
jalan.
Terlihat
pada layar handphone KyuHyun:
~SungMinnie
Hyung – Calling~
KyuHyun
: “Oh, Hyung! Ada apa?”
SungMin
: “Kyu...... RyeoWook......”
KyuHyun
: “Ada apa dengan dia hyung? Kenapa hyung menangis?”
SungMin : “Kyu, kau dan DongHae, RyeWook.... RyeoWook kecelakaan!!!”
SungMin : “Kyu, kau dan DongHae, RyeWook.... RyeoWook kecelakaan!!!”
KyuHyun
: “Hah?????? Hyung, benarkah?”
SungMin : “Sebaiknya
kau dan DongHae sekarang pulang ke Seoul! RyeoWook sedang ada di UGD”
KyuHyun : “I.. iya....
Aku akan segera kesana”
“Siapa?” tanya DongHae,
“Hyung, kita harus segera pulang, RyeoWook hyung kecelakaan”, “Hah?????”, Mendengar itu KyuHyun dan DongHae bergegas
menaiki subway ke Seoul, sementara itu di rumah sakit, dokter – dokter yang
menangani RyeoWook belum juga memberi jawaban. Setelah 40 menit dari kecelakaan
itu, akhirnya sang dokter keluar dari ruang UGD bersamaan dengan datangnya
KyuHyun dan DongHae, EunHyuk yang sangat mengkhawatirkan RyeoWook langsung
menanyakan keadaan RyeoWook pada sang dokter, “Dok, bagaimana keadaan teman
saya?”, “Dia mengalami pendarahan di otaknya, kita harus segera melakukan
operasi untuk menghentikan pendarahannya juga untuk mengangakat tumornya”,
jawab dokter yang bernama Wang YongBi ini. Serontak para member Super Junior
terkejut setelah mendengar tentang tumor otak yang diderita RyeoWook. HeeChul
pun angkat bicara “Sebenarnya... aku sudah mengetahuinya sejak tadi pagi, tapi
RyeoWook memohon padaku untuk merahasiakan tentang penyakitnya itu”, EunHyuk
emosi dan memukul wajah HeeChul, “HYUNG!!!! BAGAIMANA BISA KAU MENYEMBUNYIKAN
INI SEMUA SEMENTARA NYAWA RYEOWOOK DIUJUNG TANDUK??????????”, member yang lain
membantu EunHyuk untuk mengontrol emosinya, “Masalah ini tidak penting! Yang
penting adalah keselamatan RyeoWook, kita hanya bisa mengharapkan keajaiban
Tuhan dan berdoa demi keberhasilan operasinya” tegas LeeTeuk pada member yang
lain. 4 jam selama operasi berlangsung, akhirnya dokter Wang YongBi keluar dari
ruang operasi, “Kami sudah melakukan semua yang kami bisa, tapi persentase
keberhasilannya sangat kecil, maafkan kami!”, kata dokter Wang YongBi. Malam
itu tangisan kehilangan pecah di tengah – tengah kesunyian. EunHyuk dengan erat
memeluk tubuh RyeoWook, “RyeoWook!!!!! Kau memang bodoh!! Kenapa kau tidur saat
konser duet kita akan berlangsung sebentar lagi????? Kita harus tetap
latihan!!!!! Kalau kau tidur terus, bagaimana duet kita akan berjalan
baik?????? RyeoWook!!!! Cepat bangun!!!!”.......
Malam itu pun berlalu. Di
hari pemakaman RyeoWook, EunHyuk tidak dapat menahan air matanya, begitupun
dengan member yang lainnya, EunHyuk terpaku melihat batu nisan yang tertulis
rapi dengan kata – kata “Disini terbaring
dengan damai Kim Ryeo Wook”. Beberapa hari setelah meninggalnya RyeoWook,
KyuHyun teringat tentang buku yang di tulis oleh RyeoWook, KyuHyun mencari –
cari di kamarnya dan menemukan buku itu di bawah kasur. Buku bersampul coklat
itu sama persis dengan buku yang ditulis oleh RyeoWook sebelum ia meninggal.
Disitu tertulis:
“Untuk
semua member Super Junior yang sangat aku cintai! Mungkin saat kalian membaca
ini, aku sudah tidak akan ada ditengah – tengah kalian karena tumor otak yang
aku derita ini! Hmmmm...... sebenarnya aku tidak suka dengan hal – hal yang
dramatis seperti ini, tapi aku mungkin tidak punya waktu untuk menyampaikannya,
suatu hari nanti mungkin aku akan meninggalkan kalian semua, meninggalkan
kenangan kita, meninggalkan semua tentang kita yang telah kita jalani setelah bertahun
– tahun lamanya kita bersama. Aku akan merindukan kalian di alam sana, aku akan
merindukan candaan kita, merindukan hal – hal yang biasa kita lakukan!
Persahabatan ini bukanlah persahabatan yang biasa, aku sudah menganggap kalian
seperti keluargaku dan Super Junior adalah hidup dan matiku, kita ditakdirkan
untuk bertemu tapi kita tidak ditakdirkan untuk berpisah! Aku tidak tahu
bagaimana caranya mengungkapkan rasa cintaku ini pada kalian, yang hanya aku
bisa lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin agar kita tetap bisa bersama..
Saat aku sudah tidak ada di tengah – tengah kalian, maukah kalian selalu
menjenguk makamku dan menaburi bunga diatas nya? Karena mungkin bunga itu
hanyalah satu – satunya cara bagaimana aku bisa merasakan cinta kalian terhadapku!
Bukan karena aku tidak merasakannya saat aku masih ada di tengah – tengah
kalian, tapi mungkin rasanya akan berbeda setelah aku pergi nanti. Karena aku
yakin pasti kalian akan menaburnya dengan hati. Saat aku memikirkan kenangan
kita bersama, aku selalu meneteskan air mata, karena aku tidak siap menirima
bahwa aku akan meninggalkan kalian, flashback dari kejadian pertama kita
dipersatukan menjadi sebuah group boyband, SuperShow, konser – konser di
berbagai negara, semuanya melekat dalam pikiranku. Bahkan aku tidak pernah
merasa lelah selama aku melakukannya dengan kalian, ingatkah kalian kalau
kalian sangat sering mengerjaiku? Aku tidak pernah merasa dibodohi, tapi aku
senang karena kalian menaruh perhatian yang sangat besar untukku. Saat aku
sudah tidak ada, maukah kalian menyanyikan lagu kesukaanku dari atas sana
sehingga aku bisa mendengarnya dibalik kegelapan yang menyelimuti tubuhku? Agar
aku dapat melihat secercak cahaya walaupun diujung jauhnya, karena aku takut
jika harus terus berada dalam kegelapan. Mungkin di sana juga aku akan merasa
panas, saat kalian menjenguk makamku, dapatkah kalian menyiramnya dengan air
yang sejuk? Tapi aku tidak ingin kalian menjenguk makamku dengan air mata yang
melintasi pipi kalian, mungkin aku akan merasa lebih kehilangan disana, hatiku
akan terasa sakit, dan aku akan merasa menyesal dengan semua yang telah aku
perbuat. Aku akan melihat kalian dari kejauhan, aku akan selalu ada disamping
kalian saat kalian merindukanku, karena aku juga pasti akan sangat merindukan kalian
disana. Saat kalian menemukan kebahagian kalian dengan seseorang yang kalian
cintai, aku akan menghadirinya dan menyaksikan kebahagiaan kalian. Saat kalian
mengalami kesulitan, aku akan membatu kalian dan mendukung kalian, saat kalian
merasa sedih, aku akan hadir membawa kebahagiaan untuk kalian, karena kita akan
selalu terus merasakan hal yang sama sebagai satu keluarga dan tidak akan ada
yang membatasinya! Walaupun aku tidak akan ada bersama – sama dengan kalian
tapi aku akan selalu ada dalam hati kalian, aku mungkin akan merasa kesepian
seorang diri disini, hidup dalam kesunyian, kehampaan dan kekosongan. Aku tidak
pernah mau untuk berpisah dengan kalian, melepaskan kalian dari genggaman
tanganku, melepaskan kalian yang telah menyatu dengan hatiku, melepaskan kalian
dari hidupku, aku ingin selalu berpegangan tangan melewati sisa hidupku dengan
kalian, kalian yang telah mewarnai hidupku yang tak berlangsung lama ini,
kalian yang telah membuatku mengerti apa itu artinya kasih sayang seorang
sahabat, kalian yang telah mengajariku semua hal – hal yang tidak pernah aku
ketahui sebelumnya. Untuk EunHyuk Hyung, ingatkah hyung saat aku mengatakan
kalau aku ingin melakukan Candle Light Dinner di menara Namsan? Mungkin aku
tidak akan bisa mewujudkan keinginanku itu bersamamu, tapi maukah kau
melakukannya untukku? Dan untuk hyung – hyung yang sangat aku sayangi, saat aku
jatuh pingsan malam itu, aku sangat tersentuh karena kalian sangat
mengkhawatirkan aku, untuk KiBum dan KyuHyun, aku lebih merasa kalau aku yang paling
muda diantara kalian berdua, tapi aku sangat berterimakasih pada kalian, karena
kalian juga sangat memperhatikanku sama seperti yang lainnya. Sebelum aku
meninggalkan kalian, aku ingin mepersembahkan sebuah lagu untuk kalian di
SUKIRA nanti..... aku akan mempersembahkannya untuk kalian. Dan aku yakin, di
surga sana, kita akan berkumpul kembali menjadi satu, bertemu lagi, dan menyatu
lagi menjadi keluarga yang sama saat didunia, “kita akan bertemu lagi dengan
pasti”(We’ll Meet Again For Sure). SUPER JUNIOR FIGHTING!!!!!”
“Tapi dia belum sempat
menyanyikannya untuk kita, apa yang akan dia nyanyikan untuk kita?” tanya
KiBum, “Can’t Shed My Tears” jawab KyuHyun. “Saat hari dimana dia mengatakan
itu padaku, dia juga mengatakan hal yang lain, tapi tidak terlalu jelas...”
tambah KyuHyun, “Lalu apa yang kau dengar?” tanya EunHyuk, “Seperti...... ‘KyuHyun,
aku sudah dijemput’....”
-END-
Ottokhae?
Thank you for reading^^V *bow*
-END-
Ottokhae?
Thank you for reading^^V *bow*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar