Jumat, 16 November 2012

(Just) For You, Papa!

Satu matahariku sudah terbenam
Sudah begitu lama ia bersinar dan menyinari
Taman hatiku kulihat perlahan ia mulai meredup,
tapi cahayanya tetap terang, tetap ada untukku,
Bahkan saat ia benar-benar terbenam,
Aku masih bisa melihatnya tersenyum


Tepat 4 tahun 5 bulan yang lalu, tanggal 15 Juni 2008,
Sejak kau menghadap-Nya
Serasa langit dunia di tutupi awan kelabu
Tapi, aku ingat kau selalu ajari aku untuk tidak menangisi dan meratapi......


Ya Allah yang Maha Pengasih
Terimalah segala kebaikan Papa ku semasa hidupnya
Hamba bermohon kepada-Mu ya Rabb
Ampunilah segala kesalahan Papa ku
Gantilah segala penderitaan, air mata, keringat, dan kesulitan Papa ku semasa hidupnya,
Dengan tempat tinggal yang indah di sisi-Mu
Dengan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang abadi.......


Papa.....
Aku antarkan kepergian Papa dengan untaian Do'a-do'a yang indah
Akan selalu aku kirimkan bingkisan cantik Shalawat untuk menemanimu di sana


Papa.....
Masih terngiang ucapan Papa pada ku
Masih terkenang canda Papa pada ku
Baru kemarin rasanya nasehat-nasehat itu terucap pada ku


Papa....
Sampai masa terakhir Papa
Masih jelas terlihat kharisma dan wibawa itu
Masih tampak di mata ku, anggunnya seorang Pria menghadapi semua


Papa sayang...
Bersama Papa adalah masa yang paling sempurna yang pernah aku rasakan



Selamat jalan Papa......

Semoga Allah SWT memberimu tempat yang mulia di sisi-Nya...
Ya Allah, ampunilah dosanya......
Amin..... Ya Rabbal Alamiin



Dari aku yang selalu menyayangi dan sangat bangga kepadamu.....


Taman Hatimu,
Reni Qonitah Putri.

Kamis, 01 November 2012

Saranghaeyo, My Super Girl. (Part 5, last part)

Part 5, last part.

Cast:

1. Park Sungran as readers
2. Lee Donghae as him self




3. Lee Sungmin as him self




4. The other cast find it

Akhirnya kelar juga 5 ff bersambung ini. Ceritanya gaje ya ? *iya author* *readers ditimpuk* huaahahahaha kalo gaje mianhae ya soalnya authornya juga gaje. Asdfghjkl langsung aja ya baca, maaf bacot.
 

Ps: dengerin lagu SJ yg ballad sambil baca ff ini. Makasih *bow*

***

Previous

"appa, eomma, Donghwa hyung, Park Sungran yeoja babo, aku pergi. Selamat tinggal Seoul tunggu aku 3 tahun lagi !" ucapku saat kurasakan pesawat mulai lepas landas.

Sungran pov

Tanggal berapa ini ? Jam berapa ini ?
"uri Sungran jebal ireona*Sungran kami, tolong bangun*, kau tidak kuliah saeng ?" itu Kangin oppa. Ah ya Sungmin adalah namjachinguku. Sudah 3 bulan kami berhubungan.
"ne, oppa" jawabku malas. Ia membuka pintu kamarku dan duduk di tempat tidurku.
"ayo, Sungmin sudah menunggu dibawah" katanya sambil mengacak poniku. Aku tersenyum lalu memeluknya.
"oppa, aku lelah" aku mulai menitikan air mataku.
"lelah kenapa sayang ? Hmm ayo cerita dengan oppa" katanya. Kami tidak berpacaran, karna kami bersaudara. Meski tidak kandung.
"aku lelah dengan hidupku. Kenapa Tuhan tidak memanggilku ?" kataku ku lihat air mata oppaku mulai turun.
"karna Tuhan sedang menyiapkan sebuah rencana untukmu sayang" dia membelai rambutku.
"rencana apa ? Kematianku kah oppa ?" tanyaku. Ia menangis.
"bu..bukan sayang. Rencana yg terindah untuk kamu" katanya. Suaranya bergetar dan parau. Dia segera memelukku.

"tolong jangan berbicara tentang kematian. Aku takut Sungran, aku takut" dia menangis dalam pelukan kami. Dia menurunkan derajatnya sebagai lelaki yg memegang sabuk hitam untuk taekwondo*Siwon oppa, Kangin oppa minjem sabuknya ya*
"kenapa oppa takut ?" tanyaku
"aku hanya takut. Sekarang hmm cepat mandi dan bersiap kita makan bersama Sungmin otthokae ? Aku memasakkanmu ramen" katanya.
"ramen ? Sepagi ini oppa ? Gomawoyo, aku mandi dulu. Oppa tunggu dibawah ya" pintaku sambil berlari menuju kamar mandi.

Author pov

Semenjak kejadian 3 tahun yg lalu Sungran bertingkah seperti orang gila. Melamun, berbicara sendiri, tertawa sendiri, menangis tiba-tiba, mogok makan, meneriakkan nama Donghae saat tidur, ketakutan. Dan parahnya dia sering berilusinasi tentang Donghae. Kanginlah yg mengurus adik kesayangannya ini. Orangtuanya ? Bukannya mereka tidak peduli tapi sangat peduli. Mereka membawa psikiater terkemuka, menuruti kemauan Sungran tapi hasilnya nihil. Sungran hanya butuh penganti Donghae, dan Kanginlah yg mengisinya sebelum Sungran dan Sungmin menjalin hubungan.

Kabarnya Donghae sebenarnya anggota Super Junior yg mengetahuinya, karna mereka sering berhubungan. 2 tahun Sungran belum bisa menerima kepergian Donghae tapi hampir setahun ini dia melupakan semuanya. Kangin membuka restoran bersama dengan Yesung. Sungran dan Yeonrin membantunya menjadi pekerja part time. Rayeon dan Siwon masih menjadi patner kerja sekaligus hmm ya calon pasutri. Ayah Siwon telah mengontrak Rayeon menjadi arsitek tetapnya.

Sungmin juga setia menjadi pendamping Sungran saat Kangin tidak ada. Dia menemani Sungran.

"annyeong oppa" sapa Sungran pada Sungmin yg telah menunggunya di meja makan.
"caahh mari kita makannnn" kata Kangin sambil bersiap memainkan sumpitnya.
"tunggu !" cegah Sungran. Mereka menatap Sungran.
"mwo ? Wae ? Oppa berdoa dulu sebelum makan biar makanan ini menjadi berkat bukan racun kkk" kata Sungran, Kangin langsung menatapnya.
"huaaa terima kasih Tuhan, Sungran kami telah kembali" Kangin melipat tangannya dan berdoa. Sungran dan Sungmin hanya tersenyum.

"kau jaga adikku ya Sungminie hahah"
"pastinya hyung !"
"aigoo namja dua ini, cepat kelasku mulai 30 menit lagi. Henry songsaenim yg mengajar. Bisa dikeluarkan dari kelas kalau aku telat" ujar Sungran. Sungmin langsung berlari menuji mobilnya.

Tanpa di duga hari ini ada sebuah kejutan kecil. Donghae kembali dari America. Di otaknya sudah terisi strategi berbisnis yg sangat terdidik. Dia belajar langsung dari ahlinya disana. Namun dihatinya masih ada yg menganjal.

"Seoul aku pulang" namja ini menghirup udara pagi di bandara International Incheon.
"Hae~ya" Eunhyuk melambai kearah Donghae.
"i miss you" kata Eunhyuk
"naddo bogoshipoyo" kata Donghae.
"kau masih bisa berbahasa Korea Hae~ya ? Hebattt" Eunhyuk menatap Donghae--Donghae lalu menjitak kepalanya
"appo" ringgisnya
"kau kira 3 tahun membuatku lupa cara berbahasa Korea eoh ? Babo !" pekik Donghae.

"bagaimana keadaan dia ?" tanya Hae didalam mobil. Tentunya Eunhyuk yg menyetirnya.
"dia siapa ?" #plaak Donghae menjitaknya
"tetanggamu yg sexy itulah. Yak maksudku Sungran, Park Sungran" ujar Donghae, Eunhyuk mengeluarkan gummy smilenya.
"dia hampa tanpamu" jawab Eunhyuk. Selama Donghae di sana, sekalipun dia berkomunikasi dengan anggota Super Junior tetap saja dia tidak pernah menanyakan tentang Sungran. Takut, itu yg dia rasakan.
"hampa ?"
"iya, hampa tanpamu. Seperti mayat hidup apa itu namanya ? Zomba ? Rimba ? Hmm" #plaak
"itu Zombie Eunhyuk ! Kau sudah seharusnya menganti koleksi film yadongmu dengan film bergenre lain" nasihat Donghae.

Flashback

Setelah Donghae pergi, Sungran menangis sendiri di bangku taman kampusnya. Rintik hujan mulai turun, perlahan membasahi gadis yg rapuh itu.
Terlalu dingin, dia tidak sanggup. Hujan semakin deras. Samar-samar dia mendengar bunyi handphonenya. Dia mengambilnya dari tasnya.
"Sungran eodiso ? Ini sudah hujan deras kau mau aku jemput dimana ?" Kangin, itu suaranya.
"oppa, aku batal menikah, dan kau tau ? Orang yg membatalkan pernikahanku adalah orang yg membunuh ibuku. Aku di taman kampus opp...." Sungran belum menyelesaikan kata-katanya, dia sudah tak sadarkan diri.

2bulan kemudian.

"aku dan Donghae akan menikah 1 minggu lagi Rayeon~ah, Yeonrin~ah tapi kau tau ? Dia membatalkannya dan parahnya dia mengaku kalau dia yg menabrak eomma hiks hiks hiks" Sungran menangis saat menceritakan cerita yg ke 10x nya untuk sahabatnya itu dalam 1 hari ini. Rayeon dan Yeonrin ikut menangis karna tidak tega melihat sahabatnya hancur karna Donghae.

12 bulan kemudian.

Sungran duduk di bangku yg berada di halaman kampus. Mendengarkan lagu dari handphonya lalu terdiam melamun. Disisi lain semua anggota Super Junior kec Donghae dan 2 orang sahabatnya memperhatikan dia melamun sambil terkadang tertawa sebentar, lalu menangis, lalu mukanya kembali datar. Rayeon mulai menangis namun Siwon segera menarik dia menjauh dan memeluk gadis itu.

18 bulan kemudian

"Arggghhh pergi kau, pergii ! Jebal pergi hiks ! Aku muak dengan pembunuh sepertimua LEE DONGHAE !!! Enyahlah dari hidup dan dari hatiku !" triak Sungran dengan mata tertutup. Dia mengigau. Kangin langsung berlari menuju kamar Sungran dan membelai rambutnya, menenangkan Sungran. Dahi Sungran mangkerut, tanda dia bermimpi buruk.
"Tuhan, kenapa ini harus terjadi pada adikku ? Tuhan tolong sembuhkan dia" pinta Kangin sambi menangis.

24 bulan kemudian.

Hari ini hari pembukaan restoran hasil kerja sama Kangin dan Yesung. Handel dan Gretel*bener ga ? Kalo salah anggep aja bener anggep ini resto ya bukan cafe*
Sungran, Yeonrin dan Rayeon segera berpose dan berfoto bersama dengan member Super Junior kec Donghae, Kangin juga ikut.
"oppa, boleh aku bekerja part time disini ?" pertanyaan Sungran sukses membuat semua mata tertuju padanya. Kangin melempar pandangan pada Yesung. Yesung mengangguk.
"tentu boleh Sungran" kata Kangin sambil memeluk yeoja itu.
"terima kasih Tuhan kau telah mengembalikan dia" ucap Kangin pelan.
"well, welcome to Handel and Gretel Resto. We have many food and drinks with awesome flavor, please take your seat and order what you need" ucap Sungran. Yg lain langsung tertawa mendengarnya.
"oppa, apa aku boleh ikut membantu ?" tanya Yeonrin pada Yesung.
"tentunya Ny. Kim. Hmm kau juga mau Rayeon ?" tawar Yesung
"gomawo oppa tapi haraboji*ayah(anyahnya Siwon)* sudah mengontrak kerjaku" katanya, Yesung mengangguk.
"tapi kau boleh saja membantu disini saat ada waktu luang" kata Yesung.
"tapi aku lebih suka menjadi pembeli oppa, karna bisa ehem menyuruh kedua mahluk ini kkk" kata Rayeon bercanda.

"tak akan aku izinkan kau menyuruh-nyuruh Yeonrin ku" kata Yesung manja sambil memeluk Yeonrin
"tak akan ku biarkan juga kau memperlakukan dongsaengku yg ini seperti itu" semua member SuperJunior langsung memeluk Sungran, Kangin, Siwon dan Yesung juga.
"YAK OPPPAAA !!!!" pekik Rayeon dan Yeonrin bersamaan. Mereka semua langsung tertawa.

Flashback end

"benarkah ?" tanya Donghae. Eunhyuk mengangguk
"bisakah kau bercerita mengapa kau membatalkannya ?" kata Eunhyuk.
"baiklah, tapi nanti. Sekarang kita kumpulkan dulu yg lain. Hmm oppa Sungran dan sahabatnya juga, arrachi? Ah ya jangan memberi tahu Sungmin hyung dan Sungran" Eunhyuk mengangguk tapi dia tidak mengerti kenapa Sungmin tidak ikut.

Donghae pov

Aku sudah memberi tahu hyung dan dongsaengku saat aku selesai mengunjungi makam appaku. Mereka mengajakku bertemu di Resto Kangin dan Yesung hyung. Hari ini jadwal part time Sungran kosong, jadi kami bisa leluasa.

Saat aku masuk Leetuk hyung langsing memanggilku. Pelanggan sedang sepi jadi toko ditutup sementara. Disini cukup ramai ada Rayeon dan Yeonrin yg sudah menahan air matanya. Kulihat mata mereka berkaca-kaca. Disini juga tidak ada orang itu, karna aku meminta agar Sungmin hyung menemani Sungran saja.

"annyeong" sapaku ramah. Kangin hyung langsung mengeprak(?) meja. Leeteuk hyung menenangkannya.
"cepat bicara ke inti !" ketusnya.
"baiklah"

"2 hari sebelum aku memutuskan membatalkan pernikahanku Sungmin hyung datang kerumahku. Dia memberikan tawaran kepada ibu dan hyungku berupa beberapa anak perusahaan ayahnya akan menanamkan 30% sahamnya pada perusahaan appaku. Perusahaan induknya pun akan menanam 35% sahamnya pada perusahaanku kalau di total itu sama saja dengan 75% saham sebuah perusahaan ditanam ke perusahaanku jadi perekonomian negara, Amerika dan dunia menjadi meningkat. Sebelum ibuku menerima dia bertanya pada Sungmin apa syaratnya, karna pasti ada maksud dibalik itu semua. Benar dugaan ibuku. Sungmin menginginkan perjodohkanku batal dengan Sungran. Ibuku mementingkan perekonomian dunia, jadi dia meminta pendapat Wakil Presiden Korea Selatan yg juga adalah paman Sungran. Beliau setuju karna yg beliau tau Sungran awalnya tidak mau dijodohkan. Saat itu ibuku langsung menandatangani kontrak. Dan kalau aku melanggar kontrak itu, seluruh saham yg ditanam ke perusahaan appaku akan di cabut dan itu berdampak negatif bagi perekonomian dunia, jadi aku segera mengurus perpindahan kuliahku, pembatalan pernikahan dan mengurus pasport ke US. Itulah mengapa aku tega melakukan ini. Satu hal lagi, tolong jangan sepenuhnya menyalahkan Sungmin hyung. Cinta yg membutakannya" ucapku.

"tapi kau melukai sahabatku yg rapuh Donghae~ya ! Kau tau itu hah !" pekik Yeonrin, air matanya langsung membanjiri pipinya.
"iya aku tahu ! Tapi apa kalian pernah berfikir kalau aku yg sebenarnya lebih tersakiti ! Aku berjuang melupakan yeoja yg sudah sangat aku cintai, aku bahkan masih merindukan tawanya ! Oh Tuhan dia masih beruntung karna memiliki kalian sedangkan aku ? Disana tidak ada yg mengerti perasaanku !"

"keumanhe ! Sekarang kita pikirkan jalan terbaiknya. Kau tau Donghae, Sungran sudah melupakanmu, aku harap kau juga bisa" pinta Leeteuk hyung.
"anni hyung, dia tidak akan pernah melupakanku" ujarku PD. Pintu cafe terbuka, 2 orang memasuki cafe. Itu mereka.

"otthokae? Cepat kau bersembunyi"

Sungran pov

Huft lelahnya, aku seharian bermain dengan Sungmin oppa. Kami menghabiskan waktu berdua seharian. Saat sore tiba aku merasa perutku lapar jadi aku mengajaknya ke resto oppaku saja.
"hmm tutup ?" gumamku
"sepertinya tidak. Lihat mereka sedang rapat disana. Kenapa kita tidak diaja ?" kata Sungmin oppa.
"mollaso oppa, kajja kita masuk" ajakku

Mata mereka tertuju padaku. Hmm 1, 2, 3 , ....., 14 ? Seharusnya ada 13 orang kan ? Siapa namja itu ? Pegawai barukah ?
"kalian sedang rapat pegawai namja baru ya ?" tanyaku. Hmm kenapa muka mereka pucat ?
"ah, iya benar" kata Eunhyuk. Namja itu duduk membelakangi aku dan Sungmin oppa. Cih tidak sopan.
"huaaa Sungran, tadi aku dan Hankyung membuatkanmu strawberry lava cake, kau mau coba ? " kata Heechul oppa bersemangat sambil menarik lenganku ke dapur.
"shiroyo ! Aku benci strawberi cake. Hmm oppa kenapa aku tidak di kenalkan dengan pegawai baru ? Caahh biar aku yg mentrainingmu. Nuguseyo ?" tanyaku ramah. Dia membalikkan tubuhnya.

"ini aku" demi Tuhan ini sosok iblis yg aku cinta. Cinta ? Iya masih bahkan sangat mencintainya.
"ah, Donghae~ssi annyeong. Sombong sekali kau duduk membelakangi hmm ”mantan calon istrimu” kkk" ucapku sambil terkekeh menahan tangis. Dia menatapku tak percaya. Maaf aku berakting kali ini.
"ah, mianhe ini salahku Sungran~ssi" jawabnya gugup. Namja babo ! Aku merindukamu tahu! Tapi disisi lain aku ingin membunuhmu !

"Sungran~ah gwaenchana ?" tanya Kangin oppa.
"Yak kalian kira aku sakit ? Helllooo ??? Aku sehat lihat aku ! " aku berputar 360 derajat layaknya penari balet. Tapi belum 360 derajat aku sudah sempoyongan. Tangan Sungmin oppa langsung menangkapku
"auch appo. Gomawo oppa" ucapku. Sungmin oppa hanya tersenyum.
"gwaenchanayo ?" mereka semua mengucapkannya bersamaan. Ada apa dengan mereka ?
"anni, kalian lihat pergelangan kakiku terkilir inilah akibatnya aku kebanyakan jalan. Sudahlah, oppa aku lapar. Kita makan bersama disini bagaimana ?" tanyaku. Semuanya langsung mengangguk.

Sungmin pov

Namja itu kenapa dia kembali lagi ? Apa dia mau merebut Sungranku ? Tidak akan ! Perjanjian itu masih berlakukan. Setidaknya itu bisa menjadi senjataku.

"kau. Bisa kita bicara. Hmm berdua" ujarku. Dia mengangguk dan mengikutiku kearah belakang.
"kenapa kau kembali ke sini ?" tanyaku
"apa urusanmu ?" tanyanya
"ya karna aku akan melamar Sungran dan kau masih terikat kontrak bukan ? Jadi aku harap kau tidak melanggar kontrak itu" jelasku

Sungran pov

Aigoo aku butuh tempat sejuk. Kekamar mandi saja. Itu kebiasaanku*sebenernya kebiasaan author|#plaak author brisik|mianhae* terlalu sepi disini, jadi aku suka.

Samar-samar aku dengar suara berat khas namja yg aku kenal, hmm mereka ?
"kenapa kau kembali ke sini ?" tanya Sungmin. Mwo ? Apa urusannya mereka ?
"apa urusanmu ?" tanya Donghae ketus
"ya karna aku akan melamar Sungran dan kau masih terikat kontrak bukan ? Jadi aku harap kau tidak melanggar kontrak itu" jelas Sungmin. Kontrak ? Hmm apa maksudnya ?

"arraso hyung, aku tidak akan menganggu kalian. Chukkae kalian serasi. Aku juga mau mencari pengantinya. Dan gomawo hyung untuk kontrak itu" kata Donghae
"justru aku yg berterima kasih padamu Hae~ya" katanya.
"aku kedepan dulu hyung" jawab Donghae. Aku segera berlari ke depan.

Semua orang sekarang berkumpul di resto ini. Ah aku merindukan saat-saat ini. Donghae dan Sungmin hanya terdiam sedari tadi. Semenjak kejadian di depan toilet mereka lebih menjaga jarak. Hmm ada apa ini ? Semuanya juga sesekali memperhatikanku. Aku menaruh sumpitku.

"apa ada yg kalian sembunyikan dariku ?" tanyaku. Beberapa dari mereka tersedak makanan. Donghae dan Sungmin bertatapan lalu menatapku. Cih ternyata benar.
"ckck mworago Sungran~ah, apa yg kami sembunyikan darimu ?" kata Kangin oppa sambil meneguk air putih.
"mollas mungkin kejadian 3 tahun lalu ?" terkaku, aku menatap Sungmin, dia tertunduk. Kangin oppa dia tersedak minumnya. Semuanya menatapku.
"maksudmu apa Sungran. Yak ! Apa kau kembali seperti dulu ?" pekik Yeonrin

"mungkin aku kembali seperti dulu. Sudahlah aku kenyang, maaf aku juga harus pulang. " ujarku sambil merapikan piring makanku.
"biar aku mengantarmu" kata Sungmin oppa.
"gomawo oppa, aku bisa pulang sendiri " jawabku.

Author pov

"jebal, biarkan dia sendiri. Dia butuh ruangannya" pinta Kangin saat Rayeon dan Yeonrin mau menyusul ke dapur.

Sungran membersihkan piringnya. Dia mulai menitikan airmata, makin lama air matanya mulai menderas.

Prankkk piring pecah. Semua menatap kearah pintu dapur. Tak ada yg bergerak. Rayeon dan Yeonrin mulai menangis. Yg lain bersiap, takut ada hal yg mereka takuti terjadi. Iya trauma 3 tahun yg lalu.

"ARGGGGHHH ARGGGHHH AAAGGGGGGRRRHHHH!!!!!!" jerit Sungran dari dalam dapur. Tak tahan mendengarnya Donghae berlari kedalam. Sungmin pun bangkit berdiri tapi dicegah oleh Kyuhyun.

"hyung, duduklah" pinta Kyu.
"tapi aku namjachingunya" tolak Sungmin atas perlakuan Kyuhyun
"tapi itu masalah mereka ! Jebal duduk dan kembali makan ! " titah Kyuhyun


"apa yg kau lakukan!" pekik Donghae.
"busanya terlalu licin jadi piring ini jatuh ckkckck mengagetkan ya ? Mianhe." ucap Sungran sambil merapikan pecahan beling di lantai.
"jebal, jangan melakukan hal bodoh. Kau sudah menjadi yeoja babo tapi jangan melakukan hal babo juga !" kata Donghae.
"melakukan hal bodoh ? Cih yg aku tau hal terbodoh yg pernah aku lakukan adalah mencintaimu. Itu hal yg paling bodoh !" jawabnya ketus.
"sudahlah, aku pulang dulu. Annyeong Donghae~ssi" ujar Sungran.

"oppa, aku pulang dulu. Hmm maaf telah memecahkan piringmu. Annyeong" kata Sungran sambil menyambar tasnya dan berlalu tanpa peduli beberapa luka yg bersarang dikakinya karna tergores beberapa pecahan beling.

Sungran pov

Tuhan, aku takut. Kenangan busuk itu kembali lagi terulang seperti film yg baru di putar. Donghae~ya jujur aku masih sangat mencintaimu.

Author pov

Rintik hujan mulai membasahi kota Seoul. Sungran sudah tiba di rumahnya,lebih tepatnya dikamarnya. Trauma 3 tahun yg lalu kembali mengisi pikirannya. Dia kambuh.

Sungran mengambil telfonnya di sakunya. Menekan tombol speed dial number 1 oppanya, Kangin.

"yeoboseyo saeng. Wae ?" tanya Kangin
"OPPA! Jebal pulang aaakku ta....akut" kata Sungran sambil sesegukkan.
"ne, tunggu aku" jawab Kangin. Dia bergegas membuka celemeknya dan berlari keluar.

"oppa, gwaenchana ? " tanya Rayeon
"anni, Sungran kambuh. Hmm tolong gantikan aku, aku pulang dulu. Aishh" gerutu Kangin. Rayeon hanya menatap punggung Kangin

"waeyo jagi~ya ?" tanya Siwon pada Rayeon.
"Sungran, dia kambuh. Cepatlah kita selesaikan aku mau menginap dirumahnya oppa. Bisakah ? Tolong sampaikan pada Yesung oppa" Siwon langsung bergegas menuju Yesung. Rayeon membalikkan tanda buka menjadi tutup di pintu.


Sedangkan di kediaman Sungran, tepatnya di kamar Sungran sudah menjadi kapal pecah. Guling dan bantal berada di jendela. Peralatan merias wajah sudah hancur menjadi beling di lantai. Kaca mejarias yg retak dengan pecahan vas bunga yg berada di mejanya.

Sungran duduk di balkon kamarnya memandangi pagar rumahnya menanti seseorang. Duduk termenung disana. Tak lama pagar itu terbuka, seorang namja memasuki tempat itu. Tapi bukan dia yg yeoja itu tunggu. Namja itu berlari sambil sesekali melirik kearah yeoja itu.

"Sungran~ah" panggil namja itu saat memasuki kamar Sungran. Sungran hanya terdiam, menatap ke arah pagar tanpa henti.
"jebal, berbicaralah. Jangannbuatnaku tersiksa" ujar namja itu sambil menahan air matanya. Sungran mulai menitikan air mata. Tetapi pandangannya tetap, tidak pernah berubah.

"Sungran, jagi~ya ayo makan dulu" bujuk Sungmin. Sungran menggelengkan kepalanya.
"Yak ! Neo ! Ayoo makan setelah itu kita tidur bersama, otthokae ?" bujuk Yeonrin. Yeoja itu diam, dan masih terdiam. Matanya menatap pagar.

"kita harus melakukan sesuatu." kata Kangin
"ne hyung. Tapi apa ? Lihat saja dia sampai selarut ini belum makan, dan lagi...."
"aku tidak meminta pendapatmu Sungmin~ah. Tolong panggilkan Donghae !" perintah Kangin. Sungmin yg tadi di bentak hanya dapat diam.

Donghae pov

Aigoo kemana larinya pikiran ini ? Sejuta strategi untuk menarik minat penanam saham sekarang lenyap seketika. Kenapa harus yeoja itu yg dibenakku ? Sungran~ah, bogoshipoyo.

Drrtt drrrtt drrrttttttt

"yeoboseo ?"
"Donghae~ya, eodiso ?"
"aku di kantor eomma. Waeyo ?"
"bisakah kau kerumah Sungran~ah sekarang ?"
"Ummp mianhe aku banyak pekerjaan, aku harus lembur" tolakku lembut, itu Leeteuk hyung.
"Donghae~ssi ini aku Kangin, jebal tolong kau segera kesini, aku tidak mengerti harus berbuat apalagi pada Sungran. Jebal, jebal, jebal Donghae~ssi" itu suara Kangin hyung
"tapi, disana pasti ada Sungmin hyung. Dia pasti bisa menanganinya"

"jebal, Sungran hanya menginginkanmu" mwo itu suara....
"Sungmin hyung ? Neo"
"ne, aku sudah mengaku dan meminta maaf atas apa yg aku lakukan pada kalian. Sekarang aku minta tolong padamu, datanglah kemari. Kami hampir gila menangani istrimu" mwo ?
"baiklah, tolong tunggu aku hyung !" ucapku penuh semangat. Yeoja babo, tunggu aku !

Flashback

author pov

"kita harus melakukan sesuatu." kata Kangin
"ne hyung. Tapi apa ? Lihat saja dia sampai selarut ini belum makan, dan lagi...."
"aku tidak meminta pendapatmu Sungmin~ah. Tolong panggilkan Donghae !" perintah Kangin. Sungmin yg tadi di bentak hanya dapat diam.

"kenapa Donghae hyung ? Aku kan namjachingunya ! " ketus Sungmin. Semua langsung menatap ke arah Kangin dan Sungmin.
"cih, kau bilang kau namjachingunya ? Aku bahkan tak sudi jika kalian pacaran. Ku sarankan lebih baik kau meninggalkan Sungran. " ucap Kangin
"kenapa aku yg harus meninggalkannya ? Seharusnya Donghae yg meninggalkan Sungran ! Kalian tidak setuju aku bersama Sungran ?! Maaf aku tak akan pernah meninggalkan dia ! " ketus Sungmin. Kangin mengepalkan tanganya, bersiap menghajar namja manis itu.
"neo...."
"ARGGGHHHH ARGGHHHH !!!!! *prankk*"
"kalian tolong chek Sungran~ah" ucap Heechul pada Yeonrin dan Rayeon.

"Yak ! Keumanhae ! Lihat Sungran sekarang, lihat dia baik-baik. Dia sedang menderita dan sekarang kalian membuat dia menderita juga ? Sungmin~ah kami sudah tau masalah antara kau dan Donghae. Sekarang tolong, biarkan Sungran~ah yg nantinya memilih orang yg tepat untuknya. Ini juga salah satu akibat dari ulahmu, arra ?" Leetuk menyatakan dengan kepala dingin.
"dia hampir menyilet tangannya oppa, ini siletnya sudah aku ambil. Sudahlah Kangin oppa, sekarang kita pikirkan cara untuk mengembalikan Sungran." jelas Rayeon.
"ne, hmm aku pikir kita butuh bantuan Donghae!"

"a..aku mau minta maaf atas perlakuanku," ujar Sungmin.

Flashback end

Sungmin pov

Kami masih menunggu Donghae datang. Semua menunggu diruang tamu, kecuali aku tentunya. Aku menunggu di kamar Sungran. Dia seperti mayat hidup. Duduk di balkon, mengenakan baju diatas lutut dengan celana pendek yg tertutup oleh panjang bajunya. Rambutnya di ikat satu dengan beberapa anak rambut yg terjuntai kebawah, dan matanya tentu saja terdiri dari kantung mata yg terlihat jelas dari jauh. Oh Tuhan, betapa mengerikannya yeoja ini.

"jagiya, jebal berbicaralah" ucapku parau, aigoo Sungmin~ah kau ini namja kenapa cengeng ?! Dia menoleh.
"aku hancur minnie~ya" jawabnya dengan suara parau. Aku mendekat.
"syukurlah, sekarang ceritakan padaku semuanya, "
"aku,,,, aku masih mencintai dia Minnie~ya." ucapnya, aku mendekat dan memeluknya dari belakang. Air mata ini menetes. Pandangan dia masih terhadap pagar rumah.
"arraso, aku tidak akan memaksa. Berbahagialah dengan dia. Tapi saat kau merasa tidak bahagia, aku siap menjadi pasanganmu meski kau sudah menjadi yeoja tua, kekekekeeke." tawaku, dia terdiam. Aku masih memeluknya untuk beberapa saat.

Author pov

*tinnnn tinnnnn* klakson mobil berbunyi. Suaranya dari pagar. Pintu gerbang terbuka, seseorang yg di tunggu semua orang datang. Anehnya Sungran sama sekali tidak bergerak. Dia masih menatap pagar.
"apa kita bisa bersahabat ?" tanya Sungmin. Sungran mengangguk

Sedangkan diruang tamu, setelah mendengar bunyi klakson semua orang berdiri dan membuka pintu rumah. Di pandang mereka seorang namja dengan pakaian tuxedonya berjalan cepat melewati halaman rumah.

Donghae pov

Dari Busan aku bergegas menuju rumah Sungran yg berada di Seoul. Sudah lama aku tidak melewati kompleks elit ini. Ku berhentikan mobilku di depan pagar rumah berwarna krem itu. Aku bergegas masuk kedalam, ada seorang yeoja yg menungguku.

"dimana Sungran ?" tanyaku saat pintu rumah itu terbuka.
"diatas, cepat buat dia kembali seperti dahulu Donghae~ssi !" pinta Kangin hyung padaku.
"baiklah, aku naik." aku melangkahkan kakiku menaiki tangga rumahnya, menuju ke kamarnya. Ku buka pintunya. Omo !

"ah, mianhe aku lupa mengetuk," dramatis. Tadi Sungmin hyung yg meminta ku datang tapi kenapa sekarang dia malah memeluk Sungran ? Apa ingin memanasiku ? Apa maksud mereka !
"Donghae~ya kau cemburu ya ? Hmm mian ini salahku. Lagian apa salah kalau aku memeluk sahabatku ?" eoh ? Sahabat ? Sungran menatap ke arah pagar. Dari belakang saja terlihat kalau dia begitu berantakan.
"jam berapa ini ? Aigoo aku harus makan. Ku tinggal dulu ya. Annyeong." kata Sungmin hyung.
"neo ! Awas sampai dia seperti ini lagi !" Sungmin hyung mengingatkanku. Aku mengangguk. Pintu kamar ku tutup.

"Masuklah, di luar dingin" ucapku. Yeoja itu masih terdiam di tempatnya. Aku mendekat dan memeluknya dari belakang.
"tolong, tolong jangan seperti ini," pintaku
"kembalilah menjadi yeoja babo, yeoja yg menguasai banyak hal, yeoja yg selalu tersenyum." air mata ini mulai keluar. Ku rasa dia mengambil nafas berat.

"aku tetap aku. Kenapa kau kembali ?" dia membalikkan tubuhnya dan melepas pelukkanku.
"aku kembali karna cinta !" ucapku pasti. Yeoja itu mengeluarkan smirknya.
"cinta ? Oh chukkae kau telah memiliki yeoja baru. Ah kenapa kau menangis. Pulanglah aku mau istirahat." ucapnya sambil berjalan menuju tempat tidurnya.
"aku tidak akan pulang, aku akan disini menemaimu." ucapku
"terserah" dia menarik selimutnya dan tidur. Dia berpura-pura. Lihat saja kelopak matanya bergetar. Ini sama dengan kejadian di kapal pesiar 3 tahun yg lalu.

Flashback

Phobia Sungran sedang kambuh jadi dia tidur di kamarku dan Eunhyuk dia mengungsi ke kamar Leeteuk hyung.
"so Donghae would you be mine ?" seorang yeoja dari kelas management bisnis menyatakan cintanya padaku. Itu terjadi di balkon*ini kayak koridor gitu, entah apa namanya* kapal pesiar.
"hmm ah kau kan tau aku sudah memiliki yeojachingu, mian aku tidak bisa."
"baiklah, aku akan bunuh diri !" dia lalu menaiki pagar besi yg berada di samping kami. Pagar besi itu berbatasan langsung dengan laut. Aigoo yeoja ini terkenal egois dan nekat.
"yakkk apa yg kau lakukan ??" pekikku.
"jadilah namjachinguku untuk sehari oppa. Saranghae," lirihnya. Apa yg harus aku lakukan ? Semua orang sudah berkumpul. Samar-samar ku dengar suara Sungran.
"mwo ? Yakkk Lee Donghae ige mwoya ?"
"neo Park Sungran, kita putus !" ucap ku pelan. Dia memasang tampang babonya, aku segera menggendong Jung Ah Rin kedalam. Mianhe jagi~ya.

Yg dilakukan Sungran hanya berkutat dengan gulingnya dan aku bermesraan dengan Ahrin. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini tapi Ahrin memaksa.
"aisshh kenapa kalian bermesraan di kamar ini ?!" gerutunya
"mwo ? Kau tidak suka ? Keluar saja"
"pssstt kita cuma sehari kan ?" bisikku pada Ahrin
"ne, oppa"
"argghh jinjja !" gerutunya lagi sambil berpura-pura tertidur. Ahrin mendekat ke kasur Sungran.
"otthe ?" tanyaku. Dia menyuruhku mendekat.
"lihat kelopak matanya bergetar, tandanya dia berpura-pura." aku mengangguk mengerti.
"arasso oppa, kita selesai disini. Terima kasih sudah membuatku bahagia selama beberapa jam, " ucapnya sambil menutup pintu kamarku. Aku melirik Sungran, dia masih tertidur dengan posisi yg tidak berubah.
"jagi~yaaa" ucapku manja. Dia membalikkan tubuhnya. Sepertinya dia lupa kalo dia sedang ”tidur” hahahahaha.
"ireona, aku mau menjelaskan sesuatu." ucapku sambil mengguncang tubuhnya.
"apa ?!" ucapnya dengan nada kesal.
"cuma beberapa jam kok, kau tau tadi dia hampir melompat ke laut saat aku menolaknya, kasian dia." ucapku
"kau terlalu baik dan polos atau terlalu idiot Hae ?!" bentaknya
"maksudmu ?"
"dibawah balkon itu kan kolam berenang!" ucapnya
"omo ? Jinjja ? Aigooo"

Flashback end

Sungran pov

Siapa yg mengirim dia datang ? Siapa ? Dan kenapa dia tidak pulang ? Demi Tuhan pulanglah Donghae ! Iya aku egois, aku naif, aku bodoh ! Tapi kalau dilihat itu bukan maksudku. Aku masih, tidak maksudku sangat mencintainya. Tapi aku sudah punya Sungmin oppa. Aku naif ? Iya tadi aku tak sengaja mengucapkan kata-kata itu ”aku masih mencintai Donghae”

"Sungran," ucapnya parau. Aku mempererat pelukkanku pada gulingku. Tolonglah, aku tidak boleh menangis.
"Sungran~ah, berbicaralah. Aku tau kau belum tidur." dia duduk di sampingku.

Aku berbalik.
"pulanglah." ucapku. Dia memelukku. Aku terdiam.

Author pov

Donghae memeluk Sungran yg masih dalam keadaan tiduran di kasurnya. Pertahanan Sungran jebol, dia mulai menangis, menangis dan menangis. Seperti sebuah film, semua kejadian yg pernah mereka lewati terbanyang di benak Sungran.
"uljima, saranghae." ucap Donghae.
"naddo oppa." lirih Sungran sambil mengeratkan pelukkannya.

”krriiiukkk krriiiuuukk”
"mwo ? Hahahaahahahahaha" ucap mereka bersamaan.
"oppa kau belum makan ya ? Ayolah kita makan," ajak Sungran.
"ya begitulah." kata Donghae sambil mengacak rambutnya.


Anggota Super Junior kecuali Donghae dan Sungmin masih dibawah. Kangin, Rayeon dan Yeonrin masih duduk dibawah, menunggu hasil dari Donghae. Tak lama 2 orang yg mereka tunggu datang ke bawah. Kangin berdiri dan berlari menuju Sungran. Kangin memelukknya erat.
"aigoo, manjanya yeodongsaeng ku ini." ucap Kangin.
"aku tidak manja oppa, aishh !" gerutu yeoja itu.
"buktinya ini. Kau baru mau turun kalalu Donghae yg mengantarmu turun. Aisshh neo ! Hahahhahahah," ucap Kangin.
"yak kenapa kalian masih berpelukkan ?!" pekik Donghae.
"kau cemburu ?" tanya Kyu
"yak, yg sopan kau Kyu !" pekik Donghae
"keumanhe. Oppa kami lapar, apa kau sudah masak ?" tanya Sungran
"aku belum masak. Ah baiklah ladies mari kita memasak !" ajak Kangin
"molla oppa" ujar Rayeon, Yeonrin dan Sungran bersamaan
"lalu ?" semua menatap kearah Shindong, Ryeowook dan Leeteuk.
"mwo ?" jawab mereka kompak.

"morning~chup" Donghae mencium kening Sungran.
"yakk kau seenaknya masuk kekamarku mau apa ? Aishh yadong !"
"hmm ? Ireona kau kan ada kelas." ucap Donghae.
"malas oppa. " ucap Sungran. Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Sungran.
"arraso oppa, aku mandi. Keluar kau !" Sungran langsung berlari kekamar mandi dan Donghae terkekeh karna ulahnya.


Donghae mengendarai mobil blue sportnya menuju kampus Kyunghee. Hari ini harus dia mengantar yeojachingunya sebelum ke kantor.
"gomawo oppa" ucap Sungran.
"tunggu !"
"wae oppa ?" Donghae mengeluarkan dompetnya. Dia mengeluarkan beberapa lembar won.
"ini untukmu."
"untuk apa ? Aku sudah punya uang bulanan dari appa, oppa." ucap Sungran.
"hmm itu kan hak mu. Tapi ini kewajibanku sebagai calon suamimu~chup. Nanti aku jemput lagi, arraso?" ucap Donghae sambil mencium keningnya. Sungran masih terpanah karna perkataan Donghae.
"wajahmu memerah," ucap Donghae.
"omo. Arraso oppa." Sungran keluar dari mobil Donghae.

Mereka belum menjadi suami sahnya Donghae. Tapi karna kejadian seminggu yg lalu Donghae menjadi merubah sikapnya seperti layaknya seorang suami. Membangunkan Sungran, menemaninya sarapan, mengantar-jemputnya, menemaninya dirumah, dll. Tapi dibalik itu ada seseorang yg memperhatikan mereka dari kejauhan. Sungmin, dia masih menguntit Sungran diam-diam. Dia dibutakan oleh cinta.

"selama undangan atas nama kalian belum terkirim, aku masih bisa mendapatkan cinta Sungran. Otthe Sungran~ah, jagiya. Saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo ! Lihatlah aku yg akan mendampingimu di altar!" ucap Sungmin.

-END-


Gomawo ya udah baca ^^